Longsor, Tiga Jalan di Ambon Tertutup Material
AMBON – Tanah longsor menutup badan jalan di tiga kawasan di Kota Ambon, Rabu (1/5/2019). Longsor terjadi, setelah hujan cukup lebat mengguyur daerah itu, selama beberapa hari terakhir.
Sekretaris Daerah Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, mengatakan badan jalan yang tertutup longsor itu ada di Soya, Hatalai, dan Hukurila. “Tanah yang menutupi jalan penghubung di Soya dan Hatalai akan ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (2/5/2019), sehingga akses angkutan dapat berjalan lancar,” ungkapnya, Rabu (1/5/2019) sore.
Sementara itu, longsor di Hukurilla telah ditangani oleh masyarakat dengan bergotong-royong. Warga berhasil menyingkirkan material yang menutup badan jalan, sehingga pada Rabu pagi, sudah kembali bersih.
Pemkot mengapresiasi upaya masyarakat menyingkirkan longsor dari badan jalan di kawasan itu, tanpa menunggu petugas Dinas PUPR maupun BPBD. “Warga merasa akses jalan tersebut harus dijaga dan dipelihara, dan itu bukan hanya tugas pemerintah tetapi masyarakat juga, karena akses jalan dilalui masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas PUPR, guna penanganan lebih lanjut, dan meminta izin warga untuk melakukan pengaspalan kembali ruas jalan itu. “Proses hot mix, badan gunung dipotong ke dalam, karena jika tidak dilakukan kemungkinan besar saat hujan, badan jalan tersebut akan longsor kembali, sehingga izin warga diperlukan untuk antisipasi longsoran,” katanya.
Mulai Kamis (2/5/2019), Dinas PUPR akan melakukan perbaikan badan jalan, terutama talud yang berlubang. Akibat longsor di badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Letisel dan pusat Kota Ambon, pengguna sepeda motor yang akan melewati ruas jalan harus ekstra hati-hati karena tanah di bagian bawah aspal jalan juga telah tergerus air hujan.
Dikhawatirkan, terjadi longsor susulan yang bisa memutus total akses jalan tersebut. “Kita mengimbau masyarakat di Kecamatan Letisel untuk memperhatikan jalan air, selokan, terutama warga yang tinggal di bantaran gunung agar terhindar dari bencana,” tandas Anthony. (Ant)