Jelang Ramadan, Harga Komoditi Pokok di Lamsel Naik

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Menjelang bulan suci ramadan sejumlah komoditi pokok di sejumlah pasar tradisional Lampung Selatan (Lamsel) mengalami kenaikan.

Hasto, salah satu pedagang di pasar tradisional Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang menyebut, kenaikan sudah terjadi sepekan sebelumnya. Kenaikan cukup signifikan diakuinya pada kebutuhan bumbu dapur dan pembuatan makanan.

Kenaikan harga yang dijual oleh pengecer tersebut diakuinya sudah terjadi pada tingkat distributor. Jenis bawang putih impor misalnya, semula Hasto menjual dengan harga Rp25.000 per kilogram naik menjadi Rp65.000.

Bawang putih sebelumnya seharga Rp20.000 menjadi Rp35.000 per kilogram (Kg). Meski Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan harga tidak boleh berada di atas Rp30.000 /Kg, Hasto mengaku masih menjual dengan harga lama.

“Hari ini ada informasi Kementerian Pertanian menetapkan harga bawang putih tidak boleh lebih dari Rp30.000 tetapi bisa dilakukan saat stok dari distributor menggunakan harga baru,” beber Hasto, salah satu pedagang saat ditemui Cendana News, Minggu (5/5/2019).

Hasto beralasan di pasar tradisional belum ada operasi pasar bawang putih untuk menekan harga. Selain itu modal yang digunakan untuk membeli bawang putih sebanyak 500 kilogram masih harga lama.

Ia memprediksi bawang merah sebanyak 500 kilogram akan terjual sepekan ke depan. Konsumen yang membeli bawang merah diantaranya merupakan pedagang pengecer, ibu rumah tangga dan pemilik warung kuliner.

Selain bawang merah dan bawang putih, kenaikan harga terjadi pada komoditi bawang daun, semula Rp12.000/Kg menjadi Rp14.500/Kg. Kentang semula seharga Rp13.000/Kg menjadi Rp15.000/Kg.

Kol dari semula Rp5.000/Kg menjadi Rp7.000/Kg. Cabai merah besar dan cabai rawit diakuinya kompak dijual dengan kisaran harga Rp25.000/Kg. Kedua komoditi bumbu dapur tersebut sebelumnya dijual dengan harga Rp20.000/Kg.

Beberapa komoditi yang tidak mengalami kenaikan diantaranya gula pasir tetap dijual seharga Rp12.000/Kg. Minyak goreng kemasan ukuran dua liter dijual seharga Rp22.500/Kg.

Tepung terigu dijual seharga Rp7.000/Kg . Selain komoditi tersebut, harga beras kualitas sedang hingga premium masih berkisar Rp8.000 hingga Rp13.000/Kg. Harga beras menurutnya tidak naik karena petani sedang memasuki masa panen raya sebelum ramadan.

Kebutuhan akan daging sapi, ayam di pasar tradisional Sidoasih diakuinya juga stabil. Daging sapi menurut Hasto masih dijual dengan harga Rp110.000/Kg sementara harga daging ayam ras potong masih dijual seharga Rp35.000 per ekor.

Kenaikan harga justru terjadi pada daging ayam kampung yang naik hingga Rp50.000 per ekor. Sejumlah kebutuhan sayuran diakuinya masih cukup stabil mulai dari sawi, kacang panjang, kangkung, bayam. Sejumlah sayuran tersebut dijual mulai Rp2.000 hingga Rp5.000 per ikat.

Pedagang lain di pasar tradisional Pasuruan bernama Hesti menyebut, kenaikan justru terjadi pada tomat. Harga tomat sebelumnya dijual seharga Rp5.000 naik menjadi Rp8.000/Kg.

Hesti (kiri) melayani pembeli yang mempersiapkan kebutuhan bumbu untuk bulan Ramadan – Foto: Henk Widi

Selain itu sejumlah sayuran lain mengalami kenaikan akibat pasokan yang terhambat.

Sebab sejumlah pasokan sayuran berasal dari wilayah Lampung Barat dan Pesisir Barat dengan kondisi akses jalan masih rusak akibat banjir.

“Beberapa jenis komoditi memang ada yang naik dan turun berpeluang semakin naik setiap pekan sepanjang ramadan,” cetus Hesti.

Ia menyebut kenaikan dan penurunan harga bisa terjadi sewaktu-waktu menyesuaikan permintaan dari pembeli. Sebab sebagian masyarakat selama ramadan juga menantikan pasar murah dari pemerintah.

Operasi pasar diakuinya membuat masyarakat memilih melakukan pembelian komoditas pada kegiatan pasar murah. Sebab selain harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasar umum, saat pasar murah warga bisa membeli komoditas pokok dengan sistem paket.

Berdasarkan informasi, Hesti menyebut Pemerintah Kabupaten Lamsel akan menggelar pasar murah selama ramadan. Kegiatan pasar murah pada ramadan 2019 (1440 H) akan dilakukan di sebanyak 17 kecamatan di Lamsel dimulai di Kecamatan Kalianda pada Senin (6/5) dengan lokasi lapangan Desa Palembapang.

Pasar murah akan digelar bergiliran di sejumlah kecamatan dan berakhir pada Senin (27/6) di Kecamatan Jati Agung.

Salah satu konsumen bernama Diana menyebut, ia kerap menyiasati kenaikan harga dengan membeli dalam jumlah terbatas. Sejumlah kebutuhan bumbu dapur diakuinya masih bisa dihemat sepanjang bulan ramadan.

Ia juga memastikan sebagian kebutuhan pokok bagi keluarganya masih bisa dipenuhi dari hasil kebun terutama cabai, kunyit, jahe dan bumbu lain. Saat musim panen ia bahkan tidak harus membeli beras. Lauk berupa daging ayam juga bisa diperoleh dari hasil ternak miliknya.

Lihat juga...