Warga Lamtim Rehabilitasi Bekas Galian dengan Tanaman Bernilai Ekonomi
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Lampung Timur yang sebagian wilayahnya dikenal sebagai kawasan penghasil pasir menimbulkan dampak negatif, di antaranya banyaknya lokasi galian dengan kedalaman satu hingga belasa meter. Tidak jarang, bekas galian tersebut ditinggalkan dalam keadaan gersang, terbengkalai.
Menyikapi hal tersebut, sejumlah warga memanfaatkan lahan tersebut, untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi. Selain membantu rehabilitasi, masyarakat setempat juga mendapatkan penghasilan tambahan.
Surahman, warga Desa Negeri Agung Kecamatan Gunung Pelindung, Lamtim memanfaatkan bekas galian pasir untuk lahan pertanian. Di antaranya menanam kayu albasia, pinang, pisang serta sejumlah rumput sumber pakan ternak kambing dan sapi.
“Awalnya sebagian lahan galian pasir hanya menjadi embung berisi air tidak dimanfaatkan sebagian menjadi kolam ikan dan tempat wisata. Pada lahan daratan bekas galian mulai ditanami oleh berbagai jenis tanaman untuk rehabilitasi sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi,” beber Surahman saat ditemui Cendana News, Rabu (10/4/2019).
Surahman mengaku menanam ratusan pohon pepaya Calina. Proses mendapatkan tanah yang subur memang membutuhkan proses lama. Namun tanaman bisa tumbuh dengan baik pada tanah berpasir.
“Beberapa jenis tanaman yang cocok ditanam pada bekas lahan galian pasir terus dikembangkan dan mulai menyuburkan tanah untuk penanaman tanaman lain,” beber Surahman.
Surahman menyebut bisa memperoleh hasil ratusan ribu perpekan dari budidaya pepaya Calina dan singkong. Hasil panen komoditas pertanian tersebut sekaligus menjaga lingkungan di wilayah tersebut.

Warga lain di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Sakti bernama Haryati mengaku menanam pohon pinang. Selain sebagai tanaman pagar juga diharapkan dapat mencegah longsor pada tanggul bekas galian.
Pohon pinang disebut Haryati bisa tumbuh dengan baik pada lahan bekas galian pasir sekaligus memberi tambahan penghasilan.
Selain tanaman pinang Haryati bersama suami juga melakukan penanaman pohon waru gunung, albasia serta tanaman buah meliputi jengkol dan mangga.
“Selain sebagai tanaman untuk mengembalikan kesuburan tanah di bekas galian pasir sejumlah tanaman memberi penghasilan tambahan bagi warga,”cetus Haryati.