Sastrawan Akhir Lusono Rayakan Ulang Tahun dengan Kenduren Gurit

Dwipa News – Siapa pun tahu Akhir Lusono, sastrawan Jawa Mbeling walaupun kelihatan alim. Selalu saja membuat gebrakan yang nyeleneh.

MURI telah diraih, Penghargaan sebagai Tokoh dari unsur Budayawan juga diterimanya 1 tahun lalu dari KPID DIY. Pernah bersaing pula dengan pentolan Kethoprak Bondan Nusantara untuk mendapatkan penghargaan Tokoh Penggerak Bahasa dan Sastra Jawa dari Balai Bahasa Yogyakarta.

Dr. Akhir Lusono, sastrawan Jawa. Foto: Dok Pribadi

Penghargaan dari Presiden ke 7 Jokowi dan Presiden Prabowo pun sudah berada di genggamannya. Dan masih banyak amanah yang diembannya.

Selain sebagai anggota Dewan Kebudayaan Bantul juga didaulat oleh Walikota untuk menjadi Anggota Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta.

Selain pernah menjadi orang nomor satu di Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga PRM, PDM dan PWM D.I. Yogyakarta saat ini diberi amanah sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Seni Budaya PP Muhammdiyah.

Akhir begitu panggilan akrabnya, sudah tidak muda lagi. Usia matang, 56 dan bersegera melangkah ke 57. Ada ada saja gebrakannya. Setelah sebelumnya baca Gurit dengan kostum Werkudara, pun pernah juga baca gurit keliling Jogja.

Kini mengundang teman-temannya hadir tengah malam. Undangan terbaca di-flyer jam 23.00 WIB sd 01.00 WIB. Acara yang dihelat pada Sabtu, 24 Oktober 2026 sd Minggu, 25 Oktober 2026 itu, Akhir akan kembul bujono dan kenduren gurit. Semua temannya diminta membaca geguritan karya Akhir yang sudah disiapkan.

“Sebenarnya acara beginian bukan untuk sensasi-sensasian. Karena bagi saya mengadakan acara yang mungkin dianggap aneh, kok menurutku biasa saja. Selama ini ya acara acara tersebut justru yang saya gemari. Orang lain bahkan orang terdekat saya seperti anak istri merasakan aneh. Tetapi bagi saya ya biasa saja. Yang terpenting tidak melanggar norma baik agama maupun norma masyarakat,” demikian Akhir menjelaskan.

Akhir memang berulang tahun pada tanggal 25 Oktober 2026 tersebut. Sengaja mengundang tengah malam katanya biar melewati tanggal 24. Makanya diundang jam 23.00 sampai jam 01.00, agar tepat di tanggal 25 Oktober 2026 yang di tanggal tersebut bertepatan dengan hari dan tanggal kelahirannya. Bahkan menurut tuturan orang tuanya dulu, jam-jam tersebut juga jam kelahirannya.

Akhir Lusono berkiprah di dunia sastra Jawa sejak tahun 1993. Sudah banyak perih dan getir melingkupi dunia sastra Jawa. Mulai dari yang bayarannya minim sampai saat ini yang terus minim. Bahkan Akhir beberapa kali membuat kegiatan dengan basic bahasa Jawa. Selain itu Akhir juga beberapa kali menerbitkan buku berbahasa Jawa. Baik puisi Jawa maupun cerita cekak.

“Oleh karena itu saya mengimbau kepada khalayak untuk mengapresiasi sastrawan Jawa dengan membeli buku-buku berbahasa Jawa. Seperti buku karya saya yang paling gres dan masuk cetakan ke-2,” jelas Akhir pada suatu waktu.

Kata pengarang yang lulusan Doktor tersebut akan terus ikut berkontribusi di sastra Jawa. Disamping juga menjadi akademisi dan tentunya sebagai pegawai negara yang nyaris memasuki usia purna tugas.

Namun di dunia akademik justru baru memulai beberapa tahun belakangan. Akhir berharap bahasa dan sastra Jawa tetap lestari. Apalagi kini dengan Undang Undang Keistimewaan yang memberikan porsi kepada bahasa dan sastra Jawa.

“Semoga bahasa Jawa semakin Hanjayeng Bawana,” demikian Akhir Lusono memungkasi perbincangan. ***

Lihat juga...