Menguntungkan, Petani Gunung Pelindung Budidayakan Pepaya Calina dan Pisang
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Memiliki lahan luas dimanfaatkan oleh warga di Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) untuk menanam pepaya dan pisang.
Surahman (39) salah satu petani menyebut, memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman pertanian bernilai ekonomis.
Kontur perbukitan di wilayah tersebut menurut Surahman sangat cocok untuk menanam pepaya dan pisang. Sebab kedua jenis tanaman tersebut mudah dikembangkan dalam waktu singkat.
Surahman mengungkapkan, menanam pepaya Calina dengan target bisa dipanen saat bulan April hingga Mei. Sebab dua bulan tersebut potensi permintaan untuk buah pepaya cukup tinggi untuk bulan puasa dan hari raya.
Pada bulan Mei ia menyebut, pepaya Calina kerap dipergunakan untuk membuat es buah. Selain itu penanaman pisang bisa dipergunakan untuk buah segar serta bahan pembuatan kuliner keripik pisang dan olahan pisang goreng.
Penanaman pepaya Calina disebut Surahman, membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 9 bulan. Benih yang dipilih merupakan benih berkualitas yang dibeli dari toko pertanian untuk mendapatkan hasil yang baik.
Pada penanaman pepaya Calina ia mengaku, menggunakan sistem penyemaian memakai polybag lalu dilanjutkan dengan menanam pada lokasi yang sudah disiapkan. Pemupukan dilakukan pada lahan memakai pupuk kandang serta jenis pupuk NPK, KCL serta pupuk organik.
“Penanaman pepaya memanfaatkan sistem pengaturan jarak yang tepat agar tanaman Calina bisa tumbuh dengan baik sekaligus menghasilkan buah berkualitas yang bisa dijual untuk sayuran, buah segar serta kuliner minuman,” terang Surahman, salah satu petani di Lampung Timur saat ditemui Cendana News, Senin (8/4/2019).
Penanaman pepaya Calina yang dilakukan dengan sistem tumpang sari bersama pisang dilakukan tanpa memakai mulsa. Meski tanpa mulsa ia memastikan, penyiangan pada lahan penanaman pepaya dan pisang tetap dilakukan untuk menjaga kebersihan lokasi penanaman.
Saat proses perawatan pada tanaman usia muda pepaya Calina perlu dilakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang pertumbuhannya tidak baik dan terkena serangan penyakit.
Buah pepaya Calina menurut Surahman, sudah bisa dipanen saat tanaman memasuki usia sekitar 8 bulan. Satu pohon pepaya Calina pada masa pembuahan tahap awal bisa menghasilkan sekitar 10-15 buah. Buah pepaya Calina diakui Surahman bisa dijual dalam kondisi muda hingga matang.
Satu buah pepaya muda yang kerap dipergunakan oleh pemilik usaha kuliner sebagai sayuran bisa dijual dengan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 serta pepaya yang siap matang dijual dengan harga Rp4.000 hingga Rp5.000 per buah.
“Penanaman pepaya Calina cukup mudah karena tidak membutuhkan proses yang sulit yang penting rajin melakukan perawatan,” terang Surahman.
Menanam sekitar 100 batang lebih pepaya Calina dan sekitar 200 batang di dekat sawah ia mengaku, bisa memanen sekitar 100 buah per pekan.
Pemanenan diakuinya dominan dilakukan untuk pepaya siap matang dengan harga jual Rp4.000 sehingga sekali petik ia bisa mendapatkan hasil sekitar Rp400.000 setiap pekan. Pengaturan tanaman yang baik membuat ia bisa memanen tanaman pepaya miliknya secara teratur.
Selain melakukan penanaman pepaya Calina Surahman menyebut, melakukan penanaman berbagai jenis pisang. Sejumlah pisang yang ditanam diakuinya dijual ke pengepul sesuai dengan jenis bisa seharga Rp10.000 hingga Rp30.000 per tandan.

Saat melakukan panen jenis pisang kepok dan raja nangka ia mengaku, bisa memanen sekitar 10 hingga 20 tandan dengan hasil ratusan ribu setiap dua pekan sekali. Ia menyebut, dari hasil budidaya pisang dan pepaya ia bisa mendapatkan tambahan penghasilan selain dari hasil pertanian padi dan singkong miliknya.
“Pisang dan pepaya menjadi investasi yang bisa dipanen dua pekan sekali untuk menambah penghasilan selain komoditas pertanian lain,” beber Surahman.
Surahman mengungkapkan, pemanfaatan lahan seminimal mungkin untuk budidaya komoditas pertanian menjadi salah satu cara mendapat penghasilan. Sebab dari lahan miliknya selain bisa ditanami dengan pepaya dan pisang, sebagian lahan bisa dipergunakan untuk menanam singkong.
Kreativitas dan keinginan untuk memanfaatkan lahan menjadi salah satu cara petani untuk mendapat tambahan penghasilan.