MATARAM – Danrem 162 Wira Bhakti, Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, mengaku siap membantu Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat mempercepat proses penyerapan gabah petani yang sampai sekarang telah memasuki musim panen.
“Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dengan Panglima TNI, kami akan terus mendukung program-program dari Kementerian Pertanian khususnya percepatan penyerapan gabah oleh Bulog,” kata Rizal di Mataram, Rabu (6/3/2019).

Ia pun berharap, semua gabah petani di NTB bisa diserap oleh Bulog, sesuai harga pokok pembelian (HPP) yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga petani bisa menikmati keuntungan dari hasil panen.
Dalam membantu proses penyerapan gabah petani, TNI akan memaksimalkan keberadaan Babinsa yang tersebar hampir di semua kelurahan dan desa yang ada di kabupaten dan kota wilayah NTB.
“Meminta kepada para Babinsa untuk membantu memenuhi target serapan gabah Bulog. Babinsa nantinya juga akan membantu mengontrol produksi gabah dari mitra Bulog, dan meyakinkan para mitra Bulog untuk memberikan hasil serapannya dari petani sebanyak 2 persen untuk pemerintah,” katanya.
Rizal menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang Bulog ke Korem bersama kelompok petani (poktan) untuk membahas permasalahan yang ada sehingga bersama-sama bisa menemukan solusi yang tepat dan tidak merugikan salah satu pihak.
Tanpa adanya suplai dari mitra kerja, lanjutnya, mustahil Bulog bisa berhasil memenuhi target serapan gabah yang sudah ditetapkan dari Kementan. Target bulog bukan untuk mencari keuntungan, namun bulog hanya menjaga harga standar untuk gabah atau pun beras.
Kepala Bulog Divre NTB, Ramlan, juga memastikan kesiapan Bulog untuk melaksanakan akselerasi serapan gabah dengan mengoptimalkan harga gabah dan meminta dukungan para mitra bulog. Serta menargetkan serapan gabah petani NTB selama Januari-Maret sebesar 30 ribu ton tercapai.
Ia pun memastikan, ketersediaan beras di NTB sejauh ini masih tetap aman dan akan bertambah seiring memasuki masa panen petani di NTB.
Perwakilan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan RI, Sudirman Maman, sebelumnya menjelaskan, secara nasional, pada akhir Maret sekitar 1,4 Juta ton gabah harus dihasilkan dari mitra di lapangan sehingga pada saat terjadi paceklik dan tidak bisa panen, Bulog masih bisa menangani pangan dengan tidak mengambil keuntungan dari masyarakat.
Kementan pun meminta TNI untuk bekerjasama dan berkomitmen membantu Bulog meningkatkan produksi pangan karena dari 12 provinsi yang ada, NTB masuk dalam peringkat yang terbilang menurun.