Kebakaran Pasar, Anies: Pemprov DKI Pasti Turun Tangan
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau lokasi pascakebakaran yang melanda Pasar Blok A, Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang menghanguskan 414 kios.
Dia mengatakan, pihaknya tidak akan lepas tangan terhadap nasib para pedagang korban kebakaran di tempat penampungan sementara (TPS) Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Para pedagang akan diberi modal.
“Tadi saya bertemu dengan para pedagang, saya sampaikan semua bahwa pemerintah tidak lepas tangan, pemerintah pasti turun tangan. Bahkan ketika ada laporan ini pun saya datang langsung dan bertemu dengan para pedagang,” ujar Anies di lokasi, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).
Selain itu orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menuturkan, berencana merelokasi para pedagang yang terkena imbas ke Pasar Pondok Indah agar bisa secepatnya pulih dan mencari nafkah kembali.
“Kita siapkan tempat pengganti sementara, akan kita musyawarahkan siang ini agar suasananya lebih tenang. Ancar-ancar sementara sekarang ke Pasar Pondok Indah,” ucap Anies.
Dia memastikan kepada para pedagang tersebut untuk tidak khawatir. Pasalnya masalah yang ada ini bakal diselesaikan bersama-sama Pemprov DKI serta para pedagang.
“Maka saya sampaikan jangan khawatir bahwa masalah yang dihadapi pasti nanti kita akan selesaikan sama-sama. Jadi dalam pertemuan tadi mereka menyampaikan apa masalahnya, lalu saya sampaikan tiga hal yang menjadi kesimpulan,” sambungnya.
Anies mengatakan, untuk jangka pendek akan disiapkan tempat pengganti sementara bagi para pedagang. Ini akan dimusyawarahkan siang ini bersama Perumda Pasar Jaya dan pihak-pihak terkait.
“Ancar-ancar sekarang ke Pasar Pondok Indah tapi nanti kita bahas lagi di musyawarah,” ucapnya.
Kedua, lanjut Anies, pedagang yang terdampak kebakaran akan diberi bantuan permodalan. Dia meminta Perumda Pasar Jaya segera menyiapkan bantuan permodalan agar para pedagang bisa kembali mencari nafkah.
“Pemerintah akan memberikan bantuan untuk pembiayaan permodalan dari Pasar Jaya akan disiapkan nanti sekitar Rp 10 juta untuk para pedagang sehingga bisa jadi modal awal untuk mereka memulai usaha. Jadi kami tidak lepas tangan, itu bukti Pasar Jaya tidak lepas tangan,” tegasnya.
“Ketiga saat ini juga saya akan panggil terkait perizinan (pembangunan Pasar Blok A Fatmawati-red). Mengapa sampai saat ini lama sekali perizinan tidak keluar-keluar. Apa problemnya dan harus ada solusinya segera, rencana pembangunan yang permanen itu bisa segera dituntaskan,” sambungnya.
Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran itu dari korsleting listrik.
“Dugaannya masih kita coba selidiki seperti apa, tetapi korsleting listrik memang salah satu yang mungkin menjadi penyebab ini terjadi,” kata Arief saat di lokasi mendampingi Anies.
Arief merincikan, jumlah pedagang yang aktif di Pasar Blok A hanya sisa 60 dari 415 kios yang telah disediakan. Pasalnya pasar ini hanya menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasi yang terbakar ini memang sementara karena pasar sesungguhnya tengah dalam proses pembangunan.
“Memang yang aktif saat ini pedagang tinggal 60, karena memang ini TPS yang sudah cukup lama. Sudah mau masuk tahun ke-4 menunggu pembangunan di Pasar Blok A Fatmawati yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Untuk sementara, Arief tengah mencari lokasi yang tepat untuk menampung para pedagang. Sejauh ini, baru Pasar Pondok Indah yang disarankan menjadi lokasi sementara untuk menampung pedagang Pasar Blok A.
“Pasar Pondok Indah. Tapi ini belum final, nanti saya lihat seperti apa. Saat ini yang kita akan lakukan adalah mempercepat proses penampungan sementara yang akan ditempati, sehingga mereka pedagang-pedagang ini tetap bisa mencari nafkahnya,” tutur dia.
Dia menyampaikan bahwa lokasi penampungan sementara itu seluas 1.500 meter persegi.
“Lokasi ini penampungan sementara, luasnya 1.500 meter persegi, kemudian jumlah pedagangnya 415 kios,” imbuhnya.
Diberitahukan, kebakaran terjadi sekira pukul 5.00 WIB. Hingga kini, belum diketahui penyebab dan adanya jumlah korban dari musibah tersebut. Sementara warga khawatir kebakaran tersebut akan mengganggu MRT.
Kepala Sudin Penanggulanan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Irwan, mengatakan, kebakaran diperkirakan terjadi pada dini hari.
“Kami terima laporan dari warga pukul 04.35 WIB, sampai lokasi pukul 4.40 WIB,” kata Irwan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu.
Namun pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Dia menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian. Kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.