Titiek Soeharto: Prabowo-Sandi Mewakafkan Hidup untuk Rakyat

Editor: Mahadeva

KUDUS – Ratusan Sopir Bus dan karyawan PO Haryanto menyambut kedatangan Titiek Soeharto, Tutut Soeharto, Mamiek Soeharto, Enno Sigit, bersama rombongan Keluarga Presiden Soeharto, Sabtu (2/3/2019) malam.

Kehadiran ketiga putri Presiden Soeharto, di kantor pusat Bus PO Haryanto, Jalan Lingkar luar Ngembal, Ngembal Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, menjadi rebutan untuk bersalaman dan berswafoto. Berulang kali, para sopir Bus meneriakkan takbir, sembari mengacungkan ke-dua jarinya, sebagai tanda dukungan kepada Pasangan Calon Paresiden Nomor Urut 02 dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang. “Allahu Akbar,” ujar mereka secara serentak.

Sopir bus dan karyawan PO Bus Haryanto berebut berswafoto dengan puteri-puteri Presiden Soeharto – Foto Istimewa

Sebuah pertunjukan wayang digelar Haryanto, pemilik perusahaan Bus PO Haryanto, untuk menyambut kedatangan Titiek Soeharto bersama rombongan. Haryanto juga menjamu para tamu dengan sate kerbau, soto Kudus, serta berbagai santapan khas kota Kudus lainnya. “Terima kasih atas sate kerbaunya, Pak Haryanto,” ujar Titiek Soeharto di hadapan ratusan karyawan PO Haryanto dan sopir bus yang memenuhi halaman kantor PO Bus Haryanto.

Sebagai pengelola perusahaan bus yang beroperasi di seantero Jakarta hingga Madura, Haryanto sangat mengapresiasi kepemimpinan Pak Harto. Sebagai mantan prajurit KOSTRAD, yang mengabdi kepada negara selama 20 tahun, dan memiliki jabatan terakhir sebagai Kopral, Dia sangat meneladani kepemimpinan Pak Harto. “Saya dulu anak buah Pak Harto,” ujar Haryanto saat menyambut kedatangan puteri-puteri Pak Harto.

Haryanto (kiri) pemilik PO Bus Haryanto bersama dengan Titiek Soeharto, Tutut Soejarto, Mamiek Soeharto, di Kudus, Sabtu (2/3/2019) malam – Foto Istimewa

Kini, sebagai mantan tentara, penghasilannya tak kalah dengan para Jenderal. Berkat ketekunan, keuletan, Haryanto memiliki puluhan bus eksekutif yang melayani jalur Jakarta-Kudus, Pati, Jepara, Ponorogo dan Madura. Selain itu, Dia juga memiliki ratusan unit Angkutan Kota (Angkot) yang merajai seluruh trayek di Tangerang. Serta memiliki show room mobil. “Semua ini atas berkat rahmat Allah SWT,” ujarnya.

Titiek Soeharto dalam kesempatan tersebut, mengucapkan terima kasih atas sambutan meriah dari Haryanto dan ratusan sopir bus yang berkumpul. Menyambut 17 April 2019, Titiek mengajak masyarakat agar selalu menggunakan akal sehat dalam memilih pemimpin.

Dia sangat prihatin, dengan kondisi ekonomi yang terus melemah. Harga barang yang melambung tinggi, banyak masyarakat cari kerja susah, peredaran narkoba yang merebak, dan kondisi sosial lainnya. “Ini ketimpangan yang sudah tidak masuk akal. Kita harus melakukan perubahan, sehingga 17 April mendatang, kita harus ganti Presiden,” tegasnya.

Titiek Soeharto juga menyoroti berbagai janji pemerintah, yang katanya dalam tiga tahun akan swasembada padi, jagung, dan sebagainya, tapi tidak terwujud. Padahal, di masa kepemimpinan Pak Harto, swasembada pernah terjadi. Bahkan Indonesia justru bisa memberikan bantuan beras ke berbagai negara miskin di Afrika.

Titiek juga menyoroti pemerintah saat ini, yang katanya berjanji membuka 10 juta lapangan kerja, tapi ternyata bukan untuk warga Indonesia. Dengan kondisi demikian, Titiek Soeharto bertanya kepada segenap yang hadir, jika janji tidak ditepati disebut sebagai apa? Dan langsung dijawab dengan teriakan, “Bohong!” oleh mereka yang hadir dengan serentak dan membahana.

Titiek Soeharto (membelakangi kamera) saat berbicara di hadapan ratusan sopir bus dan karyawan PO Bus Haryanto di Kudus, Sabtu (2/3/2019) malam – Foto Istimewa

 

Titiek Soeharto mengajak untuk mempercayakan pilihan kepada pasangan Prabowo-Sandi pada 17 April 2019 mendatang. “Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah berniat mewakafkan hidupnya untuk kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Mbak Titiek memungkasi acara.

Acara silaturahmi tersebut ditutup dengan beberapa lagu campur sari yang dinyanyikan oleh istri dari Haryanto, seorang penyanyi andal di masa mudanya. Semua hadirin berdiri, berjoget, dan mengacungkan ibu jari dan telunjuknya ke angkasa, membentuk lambang angka 2, sebagai tanda dukungan penuh kepada Paslon Capres 02.

Lihat juga...