Kapolres: Longsor di Tembagapura Tidak Ada Korban
TIMIKA – Kapolres Mimika, Papua, AKBP Agung Marlianto, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor di Mile 74 Distrik Tembagapura.
Longsor terjadi di dekat pabrik pengolahan biji tembaga dan emas PT Freeport Indonesia (PTFI). “Tidak ada korban jiwa maupun aset perusahaan yang mengalami kerusakan. Semua sudah ditangani dan pada Sabtu (2/3/2019) pukul 17.00 WIT akses jalan yang sempat ditutup material longsor sudah bisa dilalui,” ungkap Agung, di Timika, Minggu (3/3/2019).
Kapolres mengaku menerima informasi kejadian pada Sabtu (2/3/2019) petang. Laporan disampaikan Kapolsek Tembagapura, dan pihak Security Risk Manajemen (SRM) PTFI. Longsor di dekat sarana vital PTFI tersebut, terjadi akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Tembagapura dalam beberapa pekan terakhir.
“Kondisi di sana memang sangat rentan terjadi longsor karena curah hujan tinggi dan di sekeliling itu merupakan tebing batu yang setiap saat bisa saja terjadi longsor. Perusahaan sudah membuat langkah-langkah antisipasi seperti pembuatan teras sering untuk mencegah longsor dan pascalongsor, mereka sudah sangat tanggap,” tuturnya.
Menurut Kapolres, penanganan berbagai kejadian seperti bencana longsor di kawasan pertambangan PTFI selama ini cepat teratasi. Perusahaan itu memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan penanganan. “Kalau ada kejadian seperti ini kita tidak bisa leluasa untuk masuk ke area perusahaan, karena harus mendapat izin dari mereka. Perusahaan juga sudah secara mandiri bisa mengatasi kondisi yang terjadi. Terkecuali kalau ada korban jiwa, kepolisian pasti terlibat untuk melakukan pendataan sekaligus mengevakuasi korban,” ujarnya.
Pabrik pengolahan biji tembaga dan emas PTFI berada sekitar empat mile di sisi Utara Kota Tembagapura. Selain merupakan kawasan pabrik pengolahan biji tembaga dan emas, di lokasi itu juga terdapat fasilitas kereta gantung (tram), untuk mengangkut pekerja yang hendak menuju lokasi tambang terbuka Grasberg ataupun pekerja yang baru pulang kerja menuju tempat tinggal mereka di Mil 72 dan Tembagapura. (Ant)