Pohon Buah Gowok Masih Lestari di Mekarsari

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Salah satu koleksi tanaman atau pohon langka dari famili jambu-jambuan (Myrtaceae) di Taman Buah Mekarsari adalah Gowok. Tanaman ini asli Indonesia, dengan daerah penyebaran di Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Buah ini dahulu sering diperdagangkan, tapi dengan beranjaknya waktu buah ini semakin dilupakan. 

Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari, Junaedi, menyebutkan pohon Gowok yang sudah berumur 24 tahun di Taman Buah Mekarsari, memiliki kecenderungan yang sama seperti famili jambu-jambuan yang lain.  Yaitu, kulit batangnya akan mengelupas, seiring bertambah umurnya.

“Tipikal tanaman Gowok ini, daunnya rimbun. Sehingga jika umur yang sudah tua, tingkat kelembabannya juga meningkat. Yang menyebabkan kulit batangnya mudah mengelupas,” kata Junaedi, di kebun Blok D Taman Buah Mekarsari, Kamis (7/3/2019).

Pohon Gowok mampu mencapai ketinggian antara 8 hingga 20 meter. Batang pohonnya sangat kuat, tapi sekaligus ringan sehingga bagus jika diolah menjadi peralatan rumah tangga.

“Batangnya ini bagus untuk perabotan rumah tangga. Karena ringan, tapi kuat. Hanya memang kualitasnya di bawah pohon jati,” kata Jun.

Pohon Gowok atau yang dikenal juga dengan nama Kupa ini, memiliki buah berwarna ungu kehitaman, yang tumbuh secara bergerombol.

“Dalam satu gerombol, biasanya ada sekitar 3 hingga 12 buah. Ukurannya sebesar kelereng. Daging buahnya berwarna putih dengan tekstur yang renyah dan sedikit berair. Kulit buahnya agak bergetah, sehingga rasa buahnya saat pertama kali kita makan itu adalah asam, lalu akan berubah menjadi sepat dan sedikit manis secara bertahap,” ujar Jun.

Buah Gowok jika dipegang akan terasa kenyal. Di dalam buah akan ditemukan 3 sampai 8 biji buah yang bentuknya gepeng. Warna buahnya akan berubah dari hijau muda saat masih kecil, lalu berubah menjadi hijau gelap, merah dan menjadi ungu kehitaman saat matang.

“Biasanya, Gowok mulai berbunga di awal musim kemarau sekitar satu bulan, yaitu antara Mei hingga Juni. Dari Juni hingga Agustus,  tanaman Gowok sudah mulai berbuah. Jadi, di bulan September sudah mulai matang buahnya,” ucap Jun.

Pengembangbiakan Gowok biasanya dilakukan dengan biji. Atau sesuai dengan famili jambu-jambuan lainnya, tanaman Gowok juga bisa diperbanyak dengan menggunakan sistem cangkok.

Tanaman Gowok atau yang bernama latin Sizygium polycephalum, berbentuk panjang lonjong dengan warna hijau dan ungu. Panjang daunnya antara 17 hingga 25 cm dan lebar 6 sampai 7 cm.

“Pucuk daun muda tanaman Gowok biasa dimakan untuk lalap, karena rasanya agak sepat-sepat sedikit,” kata Jun.

Dahulu, tanaman Gowok biasa dikonsumsi masyarakat, baik secara langsung maupun diolah menjadi campuran makanan lainnya. Tapi, hal ini sudah banyak berkurang saat ini.

Lihat juga...