Penanggulangan Diplodia pada Jeruk Pamelo di Mekarsari
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Penyakit diplodia pada jeruk pamelo, bisa berakibat kegagalan panen hingga 50 persen. Penyakit tersebut termasuk salah satu yang bisa berkembang secara cepat.
Taman Buah Mekarsari mengembangkan cara penanggulangan Diplodia yang efektif. Diplodia dapat terjadi karena adanya jamur Diplodia natalensis atau dikenal juga dengan nama Botryodiplodia natalensis.
“Ada dua jenis diplodia yaitu basah dan kering. Pada diplodia basah, batang, cabang atau ranting yang terserang akan mengeluarkan gem atau getah bening, yang dikenal juga dengan nama blenok. Pada stadium lanjut, kulit tanaman akan mengelupas,” kata Staff Agro Taman Buah Mekarsari, Anna Sartika Hutapea, di Kebon Jeruk Taman Buah Mekarsari, Rabu (20/3/2019).
Diplodia kering, cirinya adalah, kulit batang atau cabang tanaman yang terserang akan mengering, tanpa mengeluarkan gem. Kulit kering akan melingkari batang. Gejala diplodia kering lebih sulit untuk diamati.
Koordinator Penanggulangan Hama Terpadu (PHT) Taman Buah Mekarsari, Saad, menyatakan, PHT berusaha untuk mengaplikasikan beberapa alternatif pestisida untuk mencegah penyebaran diplodia. “Di Taman Buah Mekarsari kita membuat perlakuan dengan destilasi asap pembakaran sekam dan bubur California. Kita menggunakan dua bahan ini untuk membandingkan mana yang lebih efektif dalam penanggulangan diplodia,” kata Saad.

Perlakuan pertama ke tahap kedua, biasanya diberi interval waktu satu minggu. “Saat sudah terserang diplodia, tanaman akan mengeluarkan getah bening atau gem. Walaupun dari keluarnya gem ke kematian tanaman itu cukup lama, diplodia ini mampu mempengaruhi proses berkembangnya buah jeruk pamelo,” urai Saad.
Diplodia gampang menular ke tanaman lain, terutama yang berdekatan. Dengan demikian, penyakit tersebut mudah menjangkiti semua tanaman di dalam suatu areal perkebunan. Perlakuan pestisida oleh PHT, untuk menunda waktu kematian tanaman. Buah Jeruk Pamelo yang ada di Taman Buah Mekarsari sudah mulai besar, dan tinggal menunggu waktu panen.
“Diplodia ini tergolong sulit untuk diatasi. Jika sudah terserang sulit untuk pulih 100 persen. Jadi yang kita lakukan sejauh ini adalah untuk mengendalikan penyakitnya,” tandas Saad.
Pengaplikasian destilasi pembakaran sekam dan bubur California, didahului dengan upaya pengerokan batang pohon Jeruk Pamelo. Kemudian bahan pestisida dioleskan ke batang. Dari pengamatan yang dilakukan, upaya tersebut diyakini dapat memperpanjang usia tanaman.
Perlakuan lain diujicoba tim PHT Taman Buah Mekarsari adalah, penggunaan aquaproof. “Taman Buah Mekarsari masih akan terus mencari formulasi yang paling tepat untuk mengatasi diplodia. Karena persentase gagal panen jeruk sangat besar jika sudah ada satu pohon yang terkena serangan penyakit diplodia. Penyebaran diplodia ini bisa melalui udara dan saluran air, sehingga pada saat musim hujan terjadi akan lebih mudah menyebar,” pungkasnya.