Pelayanan Samsat Keliling, Direspon Positif

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Pagi hingga siang, beberapa warga terlihat berdiri di bagian belakang sebuah mobil yang terpakir di pinggir jalan Achmad Yani Maumere.

Seorang petugas berseragam polisi dan seorang lainnya mengenakan kemeja putih, terlihat sibuk di depan sebuah laptop dan mesin printer. “Sejak Desember 2018 kami memberikan pelayanan kepada masyarakat menggunakan mobil Samsat Keliling. Kita ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan,” sebut Rey Within, Staf Kantor Samsat Maumere, Rabu (20/3/2019).

Mobil Samsat Keliling tersebut beroperasi setiap hari, mulai dari Senin hingga Sabtu. Senin beroperasi di Pasar Lela dan Bola. Selasa di pasar Alok, Rabu di Magepanda tapi karena Jembatan Dagemage masih putus sementara fokus di dalam Kota Maumere.

Rey Within (kedua kiri) bersama staf kantor samsat Maumere dan anggota Polres Sikka serta Petrus Deri (paling kanan), warga yang mendapatkan pelayanan dari mobil samsat keliling. Foto : Ebed de Rosary

Kamis melayani di Pasar Nita, Jumat di Pasar Wairkoja dan Geliting, sedangkan Sabtu di Pasar Lekebai dan Talibura. “Hari Senin sampai Jumat, pelayanan dimulai jam 08.00 WITA sampai 12.00 WITA, sementara hari Sabtu jam 08.00 WITA sampai jam 13.00 WITA,” jelasnya.

Pelayanan yang diberikan berupa pembayaran pajak kendaraan bermotor, dan melayani informasi besaran pajak kendaraan. Pelayanan selain dilakukan staf Kantor Samsat Maumere, juga melibatkan personel dari Polres Sikka. “Masyarakat silahkan memanfaatkan fasilitas ini, bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat di kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota Maumere, merasa sangat terbantu,” ungkapnya.

Petrus Deri warga Kecamatan Bola, yang sedang berjualan durian di Kota Maumere, usai mendapatkan pelayanan mengaku sangat terbantu. Dengan mobil samsat keliling, masyarakat tidak perlu antre berlama-lama di kantor samsat.

“Tadi saya tanya mau urus pajak dan STNK sepeda motor dan selama ini urus di Kantor Samsat Maumere, antre terlalu lama dan membosankan. Saat jual durian saya melihat ada mobil Samsat Keliling, saya mampir dan bertanya,” tuturnya.

Roland menyebut, hadirnya mobil samsat keliling merupakan sebuah bentuk pelayanan yang baik kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut pajak kendaraan Roland menunggak sejak 2015. “Saya berharap, kalau bisa pelayanannya menjangkau desa-desa. Pengalaman saya, teman-teman ojek mau datang urus, tetapi ketika melihat ada polisi di kantor samsat mereka minder sehingga pulang. Ada juga yang takut mungkin karena ada tungggakan,” tuturnya.

Roland menyebut, teman-temannya yang berjualan durian dan tukang ojek, mengaku senang dengan fasilitas Mobil Samsat Keliling. Mereka berharap bisa ditambah lagi unit mobil keliling tersebut. Terdapat dua buah loket di mobil samsat keliling, loket pertama untuk pelayanan pendaftaran dan penetapan. Loket kedua untuk pelayanan pembayaran dan penyerahan.

Lihat juga...