Gerakan Bakti Cendana Berjuang Kembalikan Ekonomi Kerakyatan
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Gerakan Bakti Cendana (GBC) berkomitmen berjuang mengembalikan ekonomi kerakyatan, yang digelorakan Presiden kedua Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto.

“Kita ubah mindset bangsa kita yang selalu menadah tangan, kita kembalikan bisa mengangkat tangan. Inshaallah, Indonesia menjadi lebih baik. Kita kembalikan ekonomi kerakyatan seperti zaman Bapak HM Soeharto,” kata Ketua GBC, Benny Sadikin, pada pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat GBC, di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (20/3/2019).
Hadir dalam kesempatan tersebut Putri Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau biasa disapa Tutut Soeharto. Hadir pula para pengurus GBC dari seluruh Indonesia.
Benny menyebut, GBC dibentuk atas dasar keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang makin terpuruk. GBC dibentuk pada 28 Oktober 2018, dengan tujuan untuk mengembalikan marwah Indonesia. “Alhamdulillah semua hadir. GBC ini lahir dan dibentuk atas rasa nasionalisme. Saya bangkitkan dari sabang sampai merauke, tanpa pamrih. Kita berjuang mengembalikan Indonesia menjadi Indonesia,” tandasnya.
Menyikapi Pemilihan Umum (Pemilu) yang semakin dekat, Benny berharap seluruh anggota GBC berjuang untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik. Di sisa waktu 25 hari menuju pemungutan suara, diharapkan semua bergerak menyosialisasikan program Partai Berkarya. “Saya pesan, teman-teman sepulang dari sini, nanti tetap berlaku satu hari, satu juang untuk Partai Berkarya. Satu suara, satu orang, setiap hari kita harus kunjungi warga. Kita kenalkan bahwa ini partai Bapak kita, Pak Harto,” tukasnya.
Kenapa harus GBC terus berjuang? Karena menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengenal Partai Berkarya. Sosialisasi harus terus dilakukan, agar menyentuh masyarakat luas. “Masih banyak loyalis yang belum tersentuh. Mereka tidak tahu apa itu Partai Berkarya. Itu masalahnya, kita harus menang, kita harus bisa mengembalikan Indonesia menjadi Indonesia. Kita berjuang raih kemenangan itu,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatangan naskah pengukuhan GBC oleh Tutut Soeharto dan Benny Sadikin. Kemudian dialog kebangsaan, dan doa bersama untuk almarhum Presiden Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto.
Salah satu sesi acara yang ditunggu pengurus GBC dari daerah adalah sesi foto bersama dengan Tutut Soeharto.”Alhamdulillah, saya bisa bertemu dengan Ibu Tutut dan berfoto untuk kenangan,” kata Ketua GBC Provinsi Sumatera Selatan, Asmawaty.