Pemuda Palas Gotong Royong Tambal Kerusakan Ruas Jalan Provinsi
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kerusakan ruas jalan provinsi Lampung di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) sepanjang puluhan kilometer membuat pengendara mengalami hambatan. Kerusakan jalan didominasi jalan berlubang, aspal terkelupas dan bergelombang terjadi di Kecamatan Penengahan, Palas hingga Sragi.
Sejumlah pemuda di Kecamatan Palas tepatnya Desa Sukaraja dengan sukarela menggunakan akhir pekan untuk memperbaiki jalan sementara. Menggunakan peralatan sederhana berupa cangkul, lori para pemuda tersebut menimbun jalan berlubang.
Khotib, salah satu warga Desa Sukaraja menyebut, ia prihatin dengan kondisi jalan provinsi yang berada di Kecamatan Palas. Lebih dari lima tahun terakhir kerusakan jalan yang sudah diaspal tersebut belum kunjung diperbaiki.
Berbagai langkah bahkan telah ditempuh mengupayakan agar perbaikan jalan dilakukan di antaranya usulan ke pemerintah kabupaten hingga provinsi. Usulan melalui legislator kabupaten hingga provinsi bahkan telah disampaikan meski hingga kini perbaikan permanen belum dilakukan.

Khotib menyebut, perbaikan sementara dilakukan oleh berbagai pihak di antaranya pelaku usaha yang kerap melintas dengan memberi donasi material.
Selain material berupa batu sabes, sejumlah pelaku usaha yang memanfaatkan akses jalan provinsi tersebut memberi sumbangan semen, pasir dan batu split.
Material tersebut dipergunakan untuk perbaikan sejumlah titik jalan meski akhirnya kembali rusak akibat kendaraan yang melintas membawa muatan berat.
“Hari ini pemuda desa melakukan gotong royong memperbaiki jalan rusak dengan memakai material batu sabes dan tanah, material tersebut dari donatur dengan pengerjaan dilakukan pemuda agar jalan kembali rata,” terang Khotib, salah satu warga Desa Sukaraja saat ditemui Cendana News, Sabtu (23/3/2019).
Khotib menyebut, peran serta pemuda dalam upaya perbaikan jalan tersebut sudah kerap dilakukan. Sebab kerusakan akses jalan pada ruas jalan provinsi memiliki dampak negatif bagi kesehatan sekaligus merugikan secara ekonomi.
Dari sisi kesehatan saat musim kemarau jalan yang sudah tidak beraspal didominasi tanah menimbulkan debu beterbangan mengganggu pernapasan. Saat musim penghujan sejumlah titik jalan berlubang bahkan mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.
Pada pekan kedua bulan Februari silam Khotib menyebut, kerusakan jalan di Desa Sukaraja berimbas sebuah truk pengangkut gabah terjebak pada jalan berlubang. Imbasnya pemilik kendaraan sebagai pelaku jasa ekspedisi mengalami kerugian dengan mengeluarkan biaya operasional lebih besar.
Sejumlah kendaraan pengangkut batu bata, genteng hasil produksi usaha kecil di kecamatan Palas juga terhambat. Saat musim panen padi, kendaraan pengangkut bahkan harus memacu kendaraannya dengan kecepatan rendah pada sejumlah titik jalan rusak.
“Waktu tempuh kendaraan menjadi lebih lama karena pada titik jalan rusak berpotensi membahayakan kendaraan di antaranya patah as roda,” beber Khotib.
Pemerintah kecamatan Palas dan sejumlah pelaku usaha di wilayah tersebut diakui Khotib bahkan sudah melakukan upaya perbaikan sementara. Perbaikan sementara tersebut dilakukan dengan penyediaan material untuk menambal dan menimbun jalan berlubang.
Meski perbaikan sementara dilakukan kerusakan kembali terjadi saat musim penghujan serta musim panen padi. Jalan lintas provinsi di kecamatan Palas tersebut menjadi jalur utama distribusi hasil panen padi.
Ranusi, salah satu tokoh masyarakat di Desa Sukaraja mengaku, sudah melakukan berbagai upaya agar pemerintah melakukan perbaikan jalan. Namun karena keterbatasan anggaran ruas jalan provinsi di Kecamatan Palas masih menunggu giliran untuk perbaikan.
Perbaikan disebutnya dilakukan pada sejumlah gorong-gorong saluran air di Desa Sukaraja, Desa Sukamulya untuk memperlancar saluran air.
“Harapan kami pemerintah provinsi melakukan perbaikan dan usulan sudah kami sampaikan tetapi belum terealisasi,” tegas Ranusi.
Solusi sementara yang dilakukan warga disebut Ranusi dilakukan dengan perbaikan sementara. Sebab kerusakan jalan dari perbatasan Kecamatan Penengahan, Palas hingga Sragi mencapai puluhan kilometer.
Sebagai wilayah sentra pertanian padi ia berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan jalan untuk lancarnya distribusi hasil panen padi. Apalagi Ranusi memastikan akses jalan provinsi tersebut dipergunakan oleh sebanyak 21 desa sekaligus penghubung kabupaten Lampung Selatan menuju Kabupaten Lampung Timur.
Ranusi juga mengaku, mengapresiasi sejumlah pemuda yang rela bergotong royong memperbaiki jalan. Perbaikan jalan yang dilakukan meski bersifat sementara membantu pengendara yang melintas.
Pasalnya sejumlah titik berlubang yang tergenang air saat hujan berpotensi merusak kendaraan yang melintas. Selain itu debu beterbangan saat kemarau berimbas warga di sepanjang jalan mengalami gangguan pernapasan.