PAD 2018 Kabupaten Sikka tak Capai Target

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sikka, masih di bawah target. Bahkan, berada di bawah angka 90 persen, dari target yang ditetapkan, sebesar Rp113, 84 miliar.

“Pendapatan asli daerah terealisasi sebesar 85, 78 persen, atau sebesar Rp97, 65 miliar, dari target sebesar Rp113, 84 miliar lebih,” sebut Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, saat membacakan nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Sikka Tahun Anggaran 2018, Senin (11/3/2019).

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga. -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Romanus, untuk meningkatkan penerimaan daerah kabupaten Sikka pada 2018, pemerintah telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk terus menggali dan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada.

“Di samping itu, untuk mengefektifkan prosedur administrasi penerimaan daerah, telah diupayakan penyederhanaan untuk mempermudah melakukan penyetoran para wajib pajak daerah dan retribusi daerah,” jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, tambah Romanus, di samping berupaya memperbaiki data kebutuhan fiskal dan kapasitas fiskal dana perimbangan pusat maupun provinsi melalui pengiriman data dan rekonsiliasi dana perimbangan, juga diupayakan untuk mengintensifkan sumber-sumber pendapatan potensial yang dimiliki.

“Mengintensifkan potensi yang dimiliki dengan tanpa harus menambah beban bagi masyarakat, dan tetap menjaga terciptanya kondisi yang kondusif, bagi pengembangan dunia usaha,” terangnya.

Sejauh ini, sumber dana penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dalam melaksanakan fungsi pelayanan dasar bagi masyarakat, masih bergantung pada penerimaan dari Dana Perimbangan, yang terdiri dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Pada 2018, total pendapatan daerah dapat terealisasi sebesar Rp1,09 triliun lebih, atau sebesar 94,92 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1, 14 triliun lebih,” bebernya.

Dana Perimbangan, sebut Romanus, terealisasi sebesar 98,45 persen, atau sebesar Rp815,66 miliar, lebih dari target Rp828, 52 miliar lebih. Sedangkan penerimaan daerah dari pos lain, pendapatan daerah yang sah, terealisasi sebesar Rp176, 85 miliar lebih atau sebesar 85, 79 persen dari target Rp206, 13 miliar lebih.

“Untuk belanja daerah, dari anggaran sebesar Rp1, 19 triliun lebih, terealisasi sebesar 90, 46 persen atau sebesar Rp1, 07 triliun lebih, belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan, dianggarkan sebesar Rp708, 92 miliar lebih dan terealisasi sebesar 94, 71 persen, atau sebesar Rp671, 43 miliar lebih,” ungkapnya.

Sedangkan belanja langsung pada tahun anggaran 2018, terealisasi sebesar 84, 20 persen atau sebesar Rp405, 77 miliar, lebih dari anggaran sebesar Rp481, 91 miliar lebih, yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2018.

“PDRB Harga Konstan meningkat dari Rp2, 86 triliun lebih pada 2016 menjadi Rp3 triliun lebih pada 2017. PDRB Harga Berlaku dari  Rp3, 59 triliun lebih pada 2016 menjadi Rp4, 31 triliun lebih pada 2018,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi pun naik dari 4, 93 persen pada 2016, menjadi 5, 22 persen pada 2017. Tingkat Pengangguran Terbuka pada 2016 sebesar 0, 65 persen, dan pada 2017 sebesar 2, 50 persen.

“Pendapatan per kapita dari Rp12, 5 juta lebih pada 2016, menjadi Rp13, 6 juta lebih pada  2017. Inflasi daerah dari 3, 62 pada 2016, menjadi 1, 70 pada 2017. Pembayaran Premi JKN bagi penduduk miskin per Desember 2018 sebanyak 78.823 jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Tadeus Tara, pedagang di pasar Alok Maumere, meminta pemerintah agar bisa mengoptimalkan pasar Alok. Dengan melakukan pendataan dan perbaikan berbagai fasilitas, agar pasar Alok bisa ramai dikunjungi.

“Bila pasarnya ramai, maka pemerintah bisa mendapatkan pemasukan. Biaya retribusi masuk ke pasar Alok juga harus diberlakukan kembali untuk bisa menambah pendapatan daerah,” pintanya.

Untuk itu, Tadeus berharap agar pemerintah harus memikirkan cara agar pasar terbesar di Sikka ini bisa ramai dikunjungi pedagang lagi. Adanya pasar pagi di TPI dan pasar senja, juga bisa membuat pasar Alok, sepi pembeli.

Lihat juga...