Habaring Hurung Diusulkan Masuk Agenda Pariwisata Nasional

Lawang sakepeng adalah satu dari 15 cabang yang akan dipertandingkan dalam Festival Budaya Habaring Hurung 2019 di Sampit. (Ant)

PALANGKA RAYA – Festival Budaya Habaring Hurung, yang rutin digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diusulkan masuk agenda pariwisata nasional.

Sehingga, pelaksanaan kegiatan tersebut bisa mendapatkan dukungan Kementerian Pariwisata. “Hasil evaluasi kami, pelaksanaan Festival Budaya Habaring Hurung ini semakin meriah, peserta dan penontonnya semakin banyak dan pemerintah daerahnya juga sangat serius mengembangkan pariwisatanya. Makanya ini akan kami usulkan agar dimasukkan dalam kalender pariwisata nasional,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Guntur Talajan saat menghadiri pembukaan Festival Budaya Habaring Hurung di Sampit, Minggu (10/3/2019).

Guntur mengapresiasi kekompakan pemerintah daerah, pelaku seni dan budaya, swasta dan masyarakat Kotawaringin Timur dalam kegiatan tersebut. Kekompakan untuk mengembangkan seni, budaya dan pariwisata yang dimiliki daerah tersebut.

Berbagai kegiatan yang digelar kabupaten tersebut, selalu berlangsung sukses dan disambut antusias masyarakat serta wisatawan. Festival Budaya Habaring Hurung, merupakan upaya mengenalkan, mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Suku Dayak, khususnya bagi anak muda. Masyarakat, khususnya para orangtua juga harus terlibat dalam upaya mempertahankan dan menularkan kepada generasi muda tentang adat dan budaya Suku Dayak.

Guntur menilai, pemerintah daerah dan masyarakat Kotawaringin Timur sangat konsisten di bidang seni dan budaya. Selama ini Kotawaringin Timur sudah sering membawa harum Kalimantan Tengah, seperti di tahun lalu saat sanggar tari asal Kotawaringin Timur menjadi juara umum parade tari nasional 2018. Tahun ini Kotawaringin Timur menggelar 13 even pariwisata. Even-even tersebut sangat mendukung program pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah.

“Tahun ini yang dimasukkan dalam agenda pariwisata nasional adalah Festival Babukung di Kabupaten Lamandau. Mudah-mudahan nanti Festival Budaya Habaring Hurung juga masuk dalam kalender pariwisata nasional sehingga makin banyak wisatawan yang datang,” harap Guntur.

Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, mengatakan, kebudayaan dan pariwisata merupakan salah satu sektor yang digenjot pengembangannya. Keseriusan pemerintah daerah ditunjukkan dengan mengalokasikan anggaran yang besar untuk pengembangan sektor tersebut. “Sektor pariwisata akan membawa efek ganda dan luas yang positif bagi daerah dan masyarakat. Sektor ini mampu mendongkrak pendapatan asli daerah dan meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” kata Supian.

Pemkab Kotawaringin Timur mengalokasikan anggaran besar untuk peningkatan fasilitas wisata. Tahun ini wisata Pantai Ujung Pandaran mendapatkan kucuran Rp50 miliar. Pembukaan Festival Budaya Habaring Hurung, disambut antusias masyarakat yang memadati Taman Kota Sampit. Berbagai perlombaan dilaksanakan hingga 14 Maret dan dipusatkan di Taman Kota Sampit dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, Fajrurrahman, menyebut, ada 15 cabang yang diperlombakan yaitu tari daerah, tari pesisir, manyipet, bagasing, balogo, lawang sakepeng, dayung tradisional, besei kambe, mangaruhi, malamang, mangenta, sepak sawut, karungut, panganan sukup simpan dan pemilihan putra putri pariwisata. (Ant)

Lihat juga...