Empat Kecamatan di Gunung Kidul Diterjang Tanah Longsor

Longsor, ilustrasi -Dok: CDN

GUNUNG KIDUL – Empat kecamatan di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda longsor. Keempat kecamatan tersebut adalah, Gedangsari, Nglipar, Semin dan Ngawen.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, Edi Basuki, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan tanah longsor yang menerjang empat kecamatan tersebut. Kendati demikian, BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Oya, untuk selalu memantau perkembangan debit air sungai.

“Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius, sebab Sungai Oya saat ini menjadi sungai rawan banjir di Gunung Kidul. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi,” kata Edi, Sabtu (9/3/2019).

Data  BPBD Gunung Kidul menyebut, ada 104 Kepala Keluarga (KK) di empat kecamatan terdampak longsor dan banjir. Tanah longsor terjadi di 27 titik, sedangkan 63 rumah dilaporkan terendam banjir. Permukiman warga terdampak luapan sungai Oya. Rumah yang terkena luapan Sungai Oya paling banyak ada di Kecamatan Ngawen. Rumah-rumah tersebut berada tidak jauh dari bantaran Sungai Oya.

Sementara, rumah yang tergenang banjir lebih banyak terjadi di Kecamatan Semin dan Nglipar. Akibat banjir dan longsor tersebut, ada sebanyak kurang lebih 60 KK mengungsi. Di Padukuhan Krinjing, Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari, satu ekor sapi dan 13 ekor ayam milik salah satu warga bernama Sumpono, dinyatakan hanyut terbawa luapan sungai.

Selain mengungsi di balai padukuhan dan rumah toko, warga terdampak banjir dan tanah longsor mengungsi di rumah warga terdekat. Hingga kini, BPBD bersama petugas gabungan masih terus melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak.

Wakil Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi, bersama Kepala Pelaksana BPBD turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dampak longsor dan banjir di empat kecamatan terdampak. “Awalnya menolak untuk direlokasi, Kemarin satu persatu warga terdampak saya datangi, dan berbicara dengan mereka. Akhirnya mau direlokasi,” kata Immawan.

Sebelumnya, Hujan deras dengan durasi cukup lama yang mengguyur Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (6/3/2019) hingga Kamis (7/3/2019) mengakibatkan banjir dan tanah longsor. (Baca: https://www.cendananews.com/2019/03/banjir-longsor-landa-gunung-kidul.html) (Ant)

Lihat juga...