Waspada DBD, Warga Swadaya Lakukan Fogging

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Warga Balikpapan melakukan fogging atau pengasapan secara swadaya. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Warga RT 25 dan RT 24, Kelurahan Graha Indah, adalah kelompok warga yang melakukan swadaya fogging dilingkungannya. “Kami swadaya, melakukan fogging dilingkungan sekitar, karena ingin lingkungan bersih dari nyamuk. Cuma mengeluarkan uang Rp5.000 untuk satu rumah dan ini juga sukarela,” ucap salah satu warga RT 25, Yose, Jumat (8/2/2019).

Pengasapan, menjadi salah satu upaya warga untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti. “Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan, lagian sumbangan itu juga untuk membeli obatnya dan penyemprotannya,” tandasnya.

Berdasarkan riwayat kasus DBD di Kota Balikpapan, di tiga tahun terakhir, di 2016 terjadi kasus terbanyak dengan 4 ribu lebih kasus dan 26 orang meninggaldunia. Pascakejadian tersebut, DKK melakukan evaluasi dan melaksanakan program pencegahan seperti program kelambu air. Setelahnya, kasus mulai mengalami penurunan. Meski sempat naik di tahun lalu, namun jumlah kasus sudah tidak signifikan.

Sejak ada program kelambu air, jumlah kasus DBD menurun drastis. Di 2017 ada 1.137 kasus dengan dua kematian. Di 2018, ada 1.304 kasus juga dengan 2 kematian. “Harapannya dengan upaya kerja bakti yang rutin dilakukan dan fogging, penyakit DBD tidak menyerang daerah kami,” tutupnya.

Lihat juga...