Pasar Inpres Larantuka Mulai Ditempati Pedagang
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Para pedagang yang selama kurang lebih tiga tahun berjualan di jalan depan Pasar Inpres Larantuka sudah mulai menempati kios dan lapak yang ada di pasar tersebut. Sejak Jumat (23/2), pasar sudah dibersihkan.
“Saya hari Jumat, 23 Februari 2019 pimpin semua ASN bakti sosial di area Pasar Inpres Larantuka. Ini sebagai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sekalian persiapan relokasi pedagang tanggal 25 Februari hari ini,” sebut Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, Senin (25/2/2019) sore usai acara bersama Sandiaga Uno.

Dikatakan Agus, di hari Jumat tersebut dirinya berkeliling pasar menemui semua pedagang dan berbicara lansung secara persuasif kepada para pedagang. Ia ingin agar relokasi pedagang ke Pasar Inpres yang telah selesai dibangun bisa dilakukan hari ini, Senin (25/2).
“Hari ini resmi pedagang mulai relokasi.Terpantau sudah separuh pedagang sudah mulai masuk dan berjualan di Pasar Inpres dan separuh masih kemas-kemas barang. Ada pedagang yang minta pada saya langsung agar jangan satu hari saja relokasi,” sebutnya.
Pedagang beralasan barang mereka banyak sehingga kata Agsu, pedagang meminta diberikan waktu dua sampai tiga hari untuk bisa menempati Pasar Inpres Larantuka. Dirinya menyanggupi dan meminta agar jangan terlalu lama mengemas barangnya.
“Jika ada pedagang yang membangkang akan diambil tindakan tegas. Pemerintah sudah ikhlas menolong sehingga pedagang jangan membangkang. Jadi sudah resmi hari ini menjadi hari pertama relokasi,” tegasnya.
Jadi tidak benar apa yang disampaikan masyarakat, tandas Agus, dirinya mengabaikan tugas dan memilih hadir di Maumere menemani calon wakil presiden nomor urut 02. Dirinya hadir silahtuhrami dengan Sandiaga Uno di Maumere sebagai kader partai dan sudah meminta izin cuti.
“Tidak benar saya mengabaikan. Jadi relokasi jalan, tugas sebagai kader partai pun jalan. Tidak mungkin satu hari semua pedagang dipaksa masuk berjualan di Pasar Inpres Larantuka. Ada toleransi dan itu menurut permintaan pedagang itu sendiri,” tuturnya.
Agus juga menyampaikan, dirinya memang selama ini berjuang agar para pedagang bisa segera menempati pasar tersebut. Kasihan para pedagang kalau terlalu lama berjualan di samping jalan yang tempatnya tidak memadai sehingga ia mendesak agar perbaikan segera tuntas.
“Ada pedagang yang memiliki dua kios tidak saya perbolehkan. Semua pedagang harus memiliki satu kios atau los saja agar semua pedagang bisa kebagian tempat berjualan yang layak,” tuturnya.