Kadisdik Ingin Perbaiki Nasib Guru Jakarta
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Ratiyono, mengatakan ingin memperbaiki nasib guru yang mengajar di ibu kota. Dengan memuliakan guru-guru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Guru adalah panutan, dan sementara birokrasi yang ada di dinas baik itu di provinsi, di Sudin, maupun UPT, harus memuliakan guru. Gurunya harus dimuliakan, dilayani keperluannya. Sehingga mereka bisa bekerja dengan baik,” kata Ratiyono usai dilantik di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019).
Kemudian mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta menilai, nasib kesejahteraan para guru di Jakarta, bisa berpengaruh terhadap hasil kerja mereka saat mendidik anak-anak di lingkungan sekolah.
Sebab sebagai panutan, para guru akan bekerja dengan maksimal jika dirinya dimuliakan. Dia pun meminta agar gaji yang diberikan kepada para guru tidak terlambat. Begitupun dengan kenaikan pangkat.
“Kenaikan pangkat enggak boleh terlambat, gajinya juga harus tepat waktu. Sehingga, mereka bekerja dengan maksimal,” ujarnya.
Menurut dia, dengan memperbaiki nasib guru akan membuat pendidikan di Jakarta semakin maju. Sebab, nantinya mereka akan semangat dalam memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi tunas-tunas muda penerus bangsa Indonesia.
Selain itu dalam targetnya, untuk membahagiakan warga Jakarta menciptakan dunia pendidikan di ibu kota berkualitas baik harus dengan suasana yang tenang. Seperti kondisi di lingkungan sekolah yang nyaman, harus bebas dari tindak kekerasan. Senior maupun junior di sekolah harus saling menghormati.
“Tapi target juga harus tercapai, sehingga bisa membahagiakan warga Jakarta menciptakan pendidikan yang berkualitas, namun dicapai dengan suasana menyenangkan,” ungkapnya.
Ratiyono menyebutkan, kondisi di sekolah harus nyaman, harus bebas dari tindak kekerasan itu juga harus dijaga. Sehingga semua saling menyayangi. Kakak kelas harus menyayangi adeknya, maupun sebaliknya tanpa berlebihan dengan tindak kekerasan dan sebagainya.
Dia mengaku tak kaget meski mengalami penyegaran di bidang yang berbeda. Menurutnya hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan jabatan yang sekarang. Dia menuturkan dengan pembaruan, dunia pendidikan di ibu kota bisa lebih baik.
“Di jajaran dinas, mereka sudah biasa melakukan tugas. Hanya kita perlu pembaruan supaya lebih, suasana lebih apa namanya, ya sekolah itu kan kegiatan mental jadi anak yang belajar harus senang. Mencerdaskan, menyenangkan itu penting,” pungkasnya.
Diberitahukan, Pemprov DKI melaksanakan pelantikan ribuan pejabat pada sore hari, Anies merotasi para pejabat mulai dari eselon IV, III dan II, mulai dari tingkat camat, lurah, wakil wali kota, wali kota, hingga kepala dinas. Di rotasi kali ini, para pejabat mendapatkan mutasi, promosi, dan demosi.