Komite Jepang-Indonesia Rekonstruksi Sekolah Rusak di Sulteng

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Komite 60 Tahun Jepang-Indonesia, menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam program recovery berupa rekonstruksi atau pembangunan kembali sekolah yang hancur akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo, mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian bersama atas bencana di Sulteng yang mengakibatkan banyak korban serta fasilitas umum yang rusak. Seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan.

BAZNAS dipercaya Komite 60 Tahun Jepang-Indonesia dalam penyaluran donasi kemanusiaan Sulteng sebesar Rp550 juta. Donasi yang terkumpul ini diwujudkan dengan rekonstruksi atau pembangunan kembali sekolah yang hancur di Sulteng.

“Lima bulan pascagempa dan tsunami di Sulteng, masyarakat masih berjuang untuk memulihkan kondisi, baik fisik maupun rohani. Maka, perlu dukungan banyak pihak untuk membangun kembali Sulteng, salah satunya rekonstruksi sekolah,” kata Bambang, pada penyerahan bantuan Komite 60 Tahun Jepang-Indonesia,  di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Program recovery yang dijalankan BAZNAS di Sulteng, jelasnya,  berupa pendampingan trauma healing, pembangunan rumah sakit darurat, pendirian sekolah, pembangunan hunian sementara (huntara), dan hunian tetap (huntap).

Selain itu, tambah dia, BAZNAS juga tengah mengembangkan program pemberdayaan ekonomi di Sulteng. “Pemberdayaan ini bertujuan agar masyarakat yang terdampak bisa pulih dan perekonomiannya meningkat, kesejahteraan terwujud,” tandasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, Ketua Tim Pengarah Acara Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia sekaligus Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, Wakil Ketua Tim Pengarah Acara Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia, Hirofumi Takeda, dan lainnya.

Lihat juga...