Harga Cabai di Tingkat Petani Jawa Tengah, Anjlok
Editor: Koko Triarko
BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, meminta agar PNS di Banjarnegara segera memborong cabai langsung ke petani. Hal ini untuk menstabilkan harga cabai serta menolong nasib petani yang terpuruk akibat anjloknya harga cabai.
Menurut Bupati, langkah tersebut diambil menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur Jateng nomor 520/0000579, tentang Gerakan Selamatkan Petani Cabai. Para kepala daerah diminta untuk memerintahkan para PNS untuk membeli cabai langsung ke petani.
ʺHarga cabai benar-benar anjlok sampai Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram, para petani jelas merugi. Padahal, di pasaran harga masih bertahan sekitar Rp20.000 per kilogram. Karena itu, kita harus turun tangan menyelamatkan petani kita,ʺ kata Bupati, Kamis (17/1/2019).
Untuk menunjukkan empatinya kepada petani, Bupati memborong cabai sampai dua kwintal, serta berbagai macam sayuran seperti kacang panjang, tomat, jagung, oyong, mentimun, dan lainnya. Bupati juga berjanji akan berkoordinasi dengan ibu-ibu PKK untuk mencari solusi bersama.
ʺYang sehari-hari berhubungan dengan cabai dan aneka sayuran kan para ibu, karena itu kita akan koordinasi dengan PKK, semoga ada solusi dan mereka mengerahkan semua kader PKK untuk membeli cabai dan sayuran langsung dari petani,ʺ tuturnya.
Jatuhnya harga cabai ini dikeluhkan para petani di Kecamatan Pejawaran, Desa Kutawuluh, Desa Kaliajir dan Desa Pucung Bedug di Kecamatan Purwanegara. Daerah tersebut merupakan penghasil cabai, sehingga anjloknya harga cabai sangat dirasakan para petani.
Beberapa petani bahkan sampai membiarkan hasil panennya membusuk di pohon, sebab jika dijual hasilnya juga tidak sebanding dengan biaya produksi yang sudah dikeluarkan petani.
Selain harga anjlok, cabai juga banyak yang membusuk akibat sering turun hujan. Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan petani di Banjarnegara, tetapi juga dialami para petani di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.
Salah satu petani cabai, Wastam, mengatakan, sebagian tanaman cabainya busuk saat belum sampai matang.
ʺBanyak yang busuk karena sering hujan, saya petik beberapa untuk masak sendiri, kalau dijual juga harganya sedang anjlok,ʺ tuturnya.