Beragam Potensi Desa Krambil Sawit Diberdayakan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari, diharapkan mampu mencetak enterpreneur-enterpreneur muda di desa terpencil Krambil Sawit. 

Tak hanya itu, Desa Mandiri Lestari Krambil Sawit juga diharapkan mampu menjadi pilot project dari upaya pengentasan kemiskinan, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat, melalui pendirian usaha-usaha baru di kabupaten Gunung Kidul.

Hal itu diungkapkan Manajer Umum KUD SHS Mandiri Krambil Sawit, yang jugag pengelola Desa Mandiri Lestari Krambil Sawit, Muhammad Lukman Hakim.

Lukman menyebut, nantinya koperasi akan menjadi inkubator bisnis bagi seluruh warga desa.

“Peranan koperasi di Desa Mandiri Lestari Krambil Sawit ini sangat besar. Koperasi akan menjadi inkubator bisnis yang mampu melahirkan enterpreneur-enterpreneur muda di desa. Baik itu bisnis di bidang pertanian, peternakan maupun produk usaha warga,” katanya.

Upaya melahirkan pebisnis-pebisnis muda di desa miskin Krambil Sawit, sudah dilakukan lewat berbagai program. Pertama, pendirian unit usaha simpan pinjam Tabur Puja. Unit ini menjadi sumber modal bagi warga desa. Warga yang hendak memulai atau mengembangkan bisnisnya, bisa mengakses modal lewat unit Tabur Puja.

“Sampai saat ini, kita telah menggulirkan dana pinjaman modal usaha mencapai Rp449 juta, kepada 227 warga miskin di 7 kelompok yang ada. Target kita nanti akan membentuk 15 kelompok lagi,” ujar Manajer Unit Tabur Puja Krambil Sawit, Emi Malina.

Selain itu, melalui program bedah rumah, Desa Mandiri Lestari Krambil Sawit juga telah merenovasi 20 rumah warga miskin. Setiap rumah dibuatkan warung sederhana untuk memulai usaha, dengan nilai bantuan mencapai Rp20 juta untuk renovasi, dan Rp5 juta untuk modal warung.

Program lain ialah gerobak mobile atau gerobak motor. Sebanyak 50 gerobak disiapkan oleh KUD, untuk mendorong warga memulai bisnis jualan keliling.

Sementara program ternak rakyat, digagas untuk mendorong para pemuda desa memulai bisnis ternak, baik ayam, bebek, kambing maupun sapi. KUD nantinya akan menyiapkan pinjaman modal dengan plafon mencapai Rp5 juta untuk setiap peternak.

“Nantinya kita juga akan mendirikan warung cerdas Damandiri. Selain menjadi unit usaha KUD, warung ini nantinya diharapkan akan menjadi penyuplai kebutuhan setiap unit-unit usaha yang didirikan warga. Sehingga warga tidak kesulitan mencari bahan baku untuk menjalankan usahanya,” kata Ketua KUD SHS Mandiri Krambil Sawit, Antono Putra.

Dengan berbagai program itu, diharapkan desa terpencil Krambil Sawit secara perlahan akan mampu berkembang menjadi desa yang lebih baik secara ekonomi. Jumlah angka kemiskinan dan penganggaran menurun, serta kesejahteraan seluruh warganya meningkat.

“Dengan berbagai program ini, lapangan kerja baru akan terbuka luas di desa. Pemuda-pemuda desa yang selama ini terpaksa merantau ke luar daerah, bisa bekerja secara mandiri dan membangun desa asalnya,” pungkas Anton.

Lihat juga...