MUARA TEWEH – Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai menanam padi ladang atau padi gunung pada musim tanam Oktober-Maret 2018/2019.
“Warga di sejumlah tempat di desa kami. mulai menanam padi ladang dengan cara tugal,” kata Igang, warga Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru, Rabu (14/11/2018).
Sejumlah kawasan yang terlihat aktivitas warga menanam padi ladang, di antaranya di Jalan Malawaken-Sabuh Kecamatan Teweh Baru.
Dengan cara tugal, warga memasukkan benih padi antara 10-20 butir ke dalam lubang yang dibuat menggunakan kayu bulat. Jumlah warga bervariasi, ada yang hanya lima orang, bahkan sampai ratusan tergantung jumlah luasan lahan pertanian.
Biasanya, kalau luas lahan sekitar satu hektare paling sedikit ditanami oleh lima orang yang membutuhkan benih padi ladang sekitar 50 kilogram.
“Meski tempat lain masih ada yang belum bercocok tanam padi ladang, namun tempat kami sudah memulai, karena beberapa hari lalu diguyur hujan,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi, mengatakan musim tanam tahun ini menargetkan menanam padi seluas 10.200 hektare.
Pembukaan lahan padi sawah seluas 2.800 hektare itu tersebar di Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah, Teweh Selatan, Teweh Timur, dan Montallat, sedangkan padi ladang seluas 7.400 hektare tersebar di sembilan kecamatan.
“Saat ini, warga yang menanam padi ladang sudah mulai bercocok tanam dengan sistem tugal, dan padi sawah sebagian sudah mengolah lahan persawahan,” kata Budi.
Budi juga mengatakan, guna meningkatkan produksi pangan pada 2018, pihaknya mengembangkan padi organik seluas 1.200 hektare. Padi ini semua bahan-bahannya dari pupuk sampai obat-obatan, menggunakan pupuk nonkimia atau bahan organik.
Padi organik ini ditanam, baik melalui padi sawah maupun padi ladang diolah secara alami, yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung upaya swadaya beras nasional.
“Para petani yang tergabung dalam kelompok tani di daerah ini, akan mendapat bantuan, di antaranya benih, pupuk urea, dan NPK,” ujar Budi. (Ant)