Pertanian Padi Sawah, Andalan Petani Lebak

Ilustrasi - Dok CDN

LEBAK – Pertanian padi sawah menjadi andalan petani di Kabupaten Lebak, Banten. Pendapatan petani, yang mengembangkan pertanian padi sawah, lebih besar dibandingkan pertanian hortikultura dan palawija.

“Sebagian besar kesejahteraan petani di sini, dari hasil usaha pertanian padi sawah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, Jumat (16/11/2018).

Nilai investasi usaha pertanian padi sawah di Lebak, mencapai Rp800 miliar. Dengan luas tanam mencapai 100.000 hektare per tahun. Dari nilai investasi tersebut, jika panen, dikalkulasikan pendapatan petani rata-rata bisa mencapai Rp24 juta per hektare. Dengan demikian, perguliran uang di pertanian padi sawah mencapai Rp2,4 triliun per tahun.

Karena itu, banyak petani di Kabupaten Lebak mampu menyekolahan anaknya hingga perguruan tinggi. Tidak sedikit diantara mereka, juga bisa membangun rumah, memiliki kendaraan hingga melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Selama ini, usaha pertanian menyumbangkan pendapatan ekonomi cukup besar, sehingga mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran. “Saya kira pendapatan ekonomi petani padi sawah itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Menurut Dede, Kabupaten Lebak, sejak empat tahun terakhir, berturut-turut menjadi lumbung pangan Provinsi Banten. Bahkan produksinya, bisa menyumbangkan pangan nasional. Pemerintah daerah menargetkan produksi beras di 2018 mencapai 320.000 ton, dan kebutuhan konsumsi per tahun hanya 140.000 ton dengan jumlah penduduk 1,2 juta jiwa. Untuk itu, produksi beras mengalami surplus 180.000 ton, atau surplus untuk kebutuhan hingga 15 bulan ke depan.

Bahkan, produksi beras Kabupaten Lebak, saat ini dipasok ke DKI Jakarta hingga Lampung. “Kami terus meningkatkan kualitas dan teknologi agar produktivitas padi sawah meningkat hingga 8-10 ton per hektare,” katanya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak, Yosep Muhammad Holis, mengatakan, sektor pertanian menyumbangkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) cukup besar, hingga mencapai 36 persen. “Kami terus melakukan intervensi, bantuan pemerintah daerah dikeluarkan, agar usaha pertanian Lebak, mampu menyumbangkan pangan dan pendapatan ekonomi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...