Menteri ESDM: Minyak Sawit untuk Listrik

Ilustrasi saluran pipa CPO. Dok CDN

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, mendorong penggunaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), untuk pembangkit listrik di dalam negeri.

Hal itu seperti yang sudah dilakukan oleh Italia. “Saya lebih mendorong, pada tahun depan, kita coba pembangkit listrik tenaga CPO,” ujar Jonan.

Jonan mengklaim, sudah melihat contoh penggunaan CPO sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Italia. Dia berharap. Hal yang sama bisa dilakukan di dalam negeri, untuk menurunkan biaya produksi listrik PLN. Dari catatannya, mesin-mesin diesel PLN, saat ini biaya produksinya sekira 15 hingga 20 sen dolar AS per kWh. “Kalau menggunakan CPO mungkin bisa turun,” ujarnya.

Penggunaan CPO sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik, diharap bisa mengurangi tingkat impor bahan bakar minyak bumi atau BBM. Saat ini konsumsi BBM minyak bumi semakin lama semakin besar, akibat meningkatnya volume penggunaan kendaraan. “Selain lebih ramah lingkungan, juga bisa mengurangi impor BBM,” kata Jonan.

Sementara itu, pembelian Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit ke petani di Sumatera Utara (Sumut) terus menurun. Hal itu akibat dari melimpahnya stok, dan harga jual minyak sawit mentah yang melemah di pasar luar negeri. “Permintaan TBS terus turun, dan diikuti dengan harga beli yang melemah juga. Petani sedang sulit,” ujar Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau Apkasindo Sumut, Gus Dalhari Harahap.

Turunnya permintaan TBS, karena pengusaha mengaku stok CPO di pabrik maupun di tangki timbun CPO di tangki timbun pelabuhan cukup banyak. Akibat banyaknya stok CPO, pembeli menahan pembelian TBS. Dampak dari penahanan pembelian, TBS petani tak terjual, dan harga jual semakin menurun.

Berdasarkan penetapan harga TBS Dinas Perkebunan Sumut, harga TBS pekan ini untuk umur tanaman 3-9 tahun di kisaran Rp931 – Rp1.170 per kg dari harga pekan sebelumnya Rp979 – Rp1.262 per kg. Sedangkan untuk TBS dengan umur tanaman 10-20 tahun menjadi Rp1.200 – Rp1.093 per kg dari pekan lalu Rp1.259 -Rp1.150 per kg.

Diperkirakan  kondisi tersebut, masih akan berlanjut hingga awal tahun 2019. Prakiraan itu mengacu pada lazimnya ekspor CPO akan semakin melemah menjelang akhir tahun dan tahun baru, dampak pabrik mulai mengurangi dan bahkan menghentikan operasional karena libur. “Kalau permintaan dan harga jual TBS terus turun, maka kesulitan petani semakin mendalam,” katanya.

Saat ini, meski sudah banyak petani yang melakukan replanting tanaman sawit tua, didorong program peremajaan sawit rakyat oleh pemerintah, masih banyak petani yang memiliki tanaman tua. Sementara, TBS yang diperdagangkan di Sumut, sebagian besar hasil produksi tanaman petani atau rakyat. (Ant)

Lihat juga...