Kreator Usaha Muda Bali Perlu Wadah untuk Promosi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

DENPASAR — Banyaknya kreator usaha muda yang mengikuti MAKERFEST 2018 yang dilaksanakan 3-4 November 2018 di Lapangan Renon, menggambarkan bahwa daerah tersebut tidak hanya diisi dengan pariwisata dan kebudayaan, namun juga pemuda yang kreatif dan memiliki inovasi.

Regina Raquel, yang merupakan salah satu tokoh kreator lokal Bali.-Foto: Sultan Anshori

“Melalui kegiatan ini, orang-orang dapat mengetahui bahwa Denpasar tidak hanya terkenal dengan pariwisatanya saja, akan tetapi juga kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh para kreator lokalnya,” sebut Regina Raquel, yang merupakan salah satu tokoh kreator lokal Bali, Minggu (4/11/2018).

Disebutkan, untuk mendukung pengusaha muda, perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung dan juga menyalurkan hasil kreasi mereka.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi kami kreator muda untuk lebih pede untuk terus memasarkan potensi kita di bidang produksi,” ucap Regina yang juga sebagai pemilik Bali Rotan.

Menurut Regina, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman baru bagi kreator-kreator di Bali. Sekaligus dapat memberikan inspirasi dari kisah sukses peserta.

“Kalau pengalaman saya pribadi saya harus yakin dulu. Untuk memulai bisnis yang tidak tidak perlu mengandalkan modal namun bekerja dengan memanfaatkan peluang yang ada. Misalnya kita hanya sebagai perantaraan saja dengan ditemukan bagi hasil,” pungkas wanita berprasangka cantik ini.

Sementara itu, Chairman MAKERFEST 2018 William Tanuwijaya mengatakan, kegiatan tersebut tidak lain bertujuan agar kreator lokal berkembang dan semakin naik kelas sebagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, di era digitalisasi seperti saat ini, banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya promosi. Wadah ini sengaja dihadirkan sebagai sarana panggung online dan offline untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka terutama di bidang pemasaran.

“Jika dilihat dari kemampuan, sebenarnya para kreator usaha muda sangat memiliki potensi. Baik secara ide maupun kualitas produk yang dihasilkan,” terangnya.

Disebutkan, Bali yang terkenal dengan sektor strategis ekonomi kreatifnya pariwisata, para kreator lokal Denpasar diharapkan mampu mengembangkan potensi alam, ide kreatif, dan budaya lokal menjadi sebuah produk ekonomi kreatif yang menunjang dunia pariwisata.

“Kami berharap ajang ini bisa berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga semakin banyak usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” pungkasnya.

Lihat juga...