KADIN Sultra: SDM Koperasi Perlu Perhatian

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly sepakat memperkuat aspek hukum terkait koperasi, utamanya Koperasi Simpan Pinjam (KSP). -Foto: Koko Triarko
KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Tenggara, mengapresiasi program pelatihan bagi pengurus koperasi dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), untuk mewujudkan pengelolaan yang profesional.
Ketua KADIN Sultra, La Mandi, mengatakan sumberdaya manusia pengelola koperasi perlu mendapat perhatian, karena sukses atau tidak misi pembangunan ekonomi rakyat melalui koperasi ikut ditentukan oleh kapasitas pengurus.
“Koperasi dapat ambil bagian di berbagai sektor bisnis, bukan hanya simpan pinjam dan menjual sembilan bahan pokok. Koperasi dapat ekspansi usaha sebagai developer, tetapi sumberdaya manusia harus ditingkatkan, antara lain melalui pelatihan manajemen,” kata La Mandi.
Persepsi pembentukan koperasi hanya untuk mengejar kucuran dana bantuan modal dari pemerintah, harus dijawab dengan kinerja yang baik para pengelola kperasi.
“Ada koperasi dibentuk hanya untuk mengejar bantuan modal usaha. Tudingan ini bukan fitnah, karena memang ada koperasi yang demikian,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Sultra Heri Alamsyah, mengakui 4.000 lembaga koperasi hanya sebagian kecil yang menjalankan manajemen dengan baik, sehingga  pemerintah pusat melalui Kementrian Koperasi, memprogramkan pelatihan pengelola koperasi di Sultra sebanyak lima angkatan.
“Pelatihan peningkatan kapasitas pengelola koperasi penting. Sebagian besar manajemen koperasi tidak berjalan baik, bukan karena kesengajaan, tetapi sumber daya manusia yang masih terbatas,” kata Heri.
Ada pun materi pelatihan meliputi manajemen, penyusuan program usaha, target usaha, sasaran usaha, pelaporan keuangan dan rapat anggota tahunan (RAT) khusus lembaga koperasi. (Ant)
Lihat juga...