Jalan Tol Trans Sumatera Difungsikan, Minimalisir Kerusakan Jalinsum
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter) yang hampir rampung di sejumlah titik ikut berdampak positif bagi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).
Kondisi tersebut diakui Kasmir, penanggungjawab dan pengawas pengerjaan pemeliharaan Jalinsum. Berbeda dengan tahun sebelumnya, saat JTTS belum difungsikan segala jenis kendaraan melintas sehingga kerusakan jalan kerap terjadi akibat tonase berlebih.
Kasmir menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui satuan kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) terus melakukan perbaikan.
Sejumlah ruas Jalinsum yang berlubang mulai ditambal sesuai dengan program tanpa lubang (zero hole) dari perbatasan Kota Bandarlampung menuju ke Pelabuhan Bakauheni di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Ruas jalan sepanjang 81 kilometer diakuinya mendapat upaya pemeliharaan dengan penambalan serta pelebaran di sejumlah titik.
Kerusakan Jalinsum di wilayah Lampung Selatan diakui Kasmir dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 20 persen lebih baik dibandingkan sebelum JTTS dioperasikan. Kerusakan Jalinsum bahkan diakuinya bisa ditekan saat semua ruas JTTS Bakter dioperasikan dari Bakauheni menuju ke Terbanggibesar sepanjang 140,938 Kilometer.
Kerusakan Jalinsum disebutnya mulai berkurang seiring dengan difungsikannya JTTS sepanjang 9 kilometer sejak lebaran Idul Fitri bulan Juli silam.
“Dampaknya tentu sangat terlihat karena kendaraan dari Pulau Jawa ke Sumatera setelah turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni mengarah ke Jalinsum, sehingga beban jalan bisa dikurangi. Apalagi jika semua sudah dioperasikan,” terang Kasmir, penanggungjawab
dan pengawas pengerjaan pemeliharaan Jalinsum dari Satker P2JN Kementerian PUPR, Minggu (18/11/2018).
Kasmir menyebut, pada sejumlah titik Jalinsum selain pemeliharaan dilakukan dengan aspal hotmix, perbaikan di tanjakan Tarahan, Kecamatan Katibung diperbaiki dengan sistem rigid pavement menggunakan beton.
Perbaikan tersebut dilakukan untuk memperbaiki titik yang mengalami kerusakan akibat dilintasi kendaraan dengan tonase yang besar. Di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Penengahan dan Kalianda diperbaiki dengan aspal hotmix.
Perbaikan Jalinsum yang difokuskan pada badan jalan juga ditingkatkan pada bahu jalan serta jembatan. Penambahan lebar bahu jalan disebut Kasmir dilakukan di sejumlah titik di antaranya Desa Sukabaru, Desa Banjarmasin, Desa Palembapang, untuk memberi kenyamanan terutama pengendara kendaraan roda dua.
Perbaikan dan akses Jalinsum yang mulus tersebut diakuinya akan dipertahankan untuk memberi kenyamanan arus kendaraan saat angkutan libur Natal dan Tahun baru.
“Mendekati arus liburan Natal dan Tahun Baru pengecekan di titik yang rusak tetap akan dilakukan agar bisa diperbaiki segera,” papar Kasmir.
Beroperasinya Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Way Lubuk Kalianda yang dilakukan bulan Oktober silam disebutnya juga akan mengurangi beban Jalinsum. Sebab fasilitas yang dikenal dengan jembatan timbang kendaraan tersebut berguna untuk memantau tonase kendaraan.
Pemantauan tonase kendaraan yang sudah diatur akan membuat Jalinsum yang diperbaiki tetap baik kondisinya, karena kendaraan yang melintas di jalan nasional sudah diatur.
Terkait JTTS yang sebagian sudah difungsikan, pantauan Cendana News, JTTS sepanjang 9 kilometer sudah mulai dilintasi kendaraan. JTTS yang pengerjaannya dilakukan oleh PT. Pembangunan Perumahan tersebut bahkan terus dikebut pengerjaannya.
JTTS ruas Bakauheni Terbanggibesar atau dikenal Tol Bakter paket 1 Bakauheni-Sidomulyo sepanjang 39 kilometer memasuki tahap penyelesaian.
General Affairs PT. Pembangunan Perumahan (PP) saat dikonfirmasi menyebut, proses penyelesaian paket 1 Bakauheni-Sidomulyo terus dikebut. Sejumlah pengerjaan seperti jembatan, gerbang tol (Tol gate) di Desa Canggu Kecamatan Kalianda.
Sejumlah jembatan Desa Agom Kecamatan Kalianda disebutnya juga dalam tahap penyelesaian. Sejumlah marka jalan yang berada di sejumlah titik mulai dipertebal sekaligus penambahan guardrail atau pagar pelindung jalan.
“Akses jalan tol fungsional dari pelabuhan Bakauheni menuju ke gerbang tol Bakauheni Selatan menuju gerbang Tol Selatan sudah melayani arus mudik lebaran Idul Fitri tahun ini,” papar Yus Yusuf.

Ia juga memastikan, pemasangan sejumlah rambu-rambu jalan, separator, marka jalan terus dikerjakan berkoordinasi dengan sejumlah subkontraktor.
Pengerjaan yang terus dilakukan membuat JTTS untuk kondisi Jalinsum padat saat liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bisa difungsikan.
Selain pengerjaan bagian utama jalan tol, fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum, tempat istirahat (rest area) juga akan dibangun di titik yang sudah ditentukan.