Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Gubernur Bali Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Editor: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Dalam beberapa pekan terakhir, Bali banyak diisukan terkait perilaku culas oknum agen pariwisata asal Tiongkok yang menjual murah wisata Bali.

Gubernur Koster mengatakan, jika permasalahan yang terjadi selama ini adalah adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang ada di Bali, maka ia meminta kepada bupati/wali kota se-Bali untuk segera melakukan upaya penertiban secara tegas.

Khususnya terhadap usaha akomodasi, usaha perjalanan wisata, dan usaha perdagangan yang melakukan praktik tidak sehat, melanggar peraturan perundang-undangan.

“Terhadap jenis-jenis usaha yang telah terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan agar dilakukan tindakan penutupan usaha, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Koster, saat menggelar pertemuan terbatas dengan para pelaku pariwisata di Bali, Minggu (18/11/2018).

Lebih lanjut, Koster mengajak stake holder terkait serta pelaku pariwisata untuk bersatu demi terwujudnya pariwisata Bali yang berkualitas. Menurutnya, asosiasi pariwisata yang ada saat ini harus ikut andil agar permasalahan serupa tidak terulang lagi.

“Kita semua harus ikut andil, asosiasi yang ada sangat berperan demi terwujudnya pariwisata yang berkualitas. Saat ini, ibaratnya kita hanya mendapatkan sampahnya saja. Jadi kalau ada yang bermain, tindak tegas saja,” ujar orang nomor satu di Pemprov Bali tersebut.

Ditambahkan Koster, tak hanya pada toko tertentu yang memang kebetulan saat ini bermasalah, namun juga seluruh toko jaringan yang melanggar hukum. Khususnya yang berdampak buruk terhadap kepariwisataan Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, serta ketua asosiasi pariwisata lainnya yang hadir menyambut baik ketegasan Gubernur Koster tersebut.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah baik guna mewujudkan pariwisata Bali yang akan lebih baik lagi. Lebih lanjut ia menjelaskan terkait penutupan beberapa perusahaan atau toko Tiongkok, saat ini dipastikan akan berdampak pada sebagian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Tiongkok ke Bali.

Mengingat wisman Tiongkok saat ini masih mendominasi. Untuk itu GIPI Bali, ASITA, HPI, PHRI, IHGMA, BPPD Bali telah mengantisipasi dengan menjalin komunikasi yang baik dan cukup intens dengan pemerintah Tiongkok melalui Konjen Tiongkok yang ada di Bali.

“Bahkan direncanakan pada 1-7 Desember 2018 wakil gubernur Bali akan memimpin langsung delegasi pariwisata Bali ke beberapa kota di China. Selain mengadakan sales mission juga untuk menjelaskan tentang penertiban toko Tiongkok di Bali,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, dan pakar pemasaran Hermawan Kartajaya yang juga tim ahli gubernur Bali.

Lihat juga...