Posdaya Pembudidaya Jamur, Nominator Posdaya Award 2018
Editor: Satmoko Budi Santoso
PAYAKUMBUH – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, mendatangi Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Kelurahan Tigo Koto Dibaruah di Kota Payakumbuh. Posdaya itu masuk sebagai nominasi Posdaya Award 2018.
Ketua Harian LKKS Provinsi Sumatera Barat, Parlagutan Nasution, mengatakan, Posdaya Kelurahan Tigo Koto Dibaruah (TKD) merupakan salah satu dari enam Posdaya di Sumatera Barat yang menjadi nominator Posdaya Award 2018.
Hal yang membuat Posdaya di Payakumbuh ini layak masuk nominasi, karena adanya pengembangan budi daya jamur yang menjadi aneka ragam makanan yang memiliki nilai ekonomis.
“Selain adanya usaha yang bagus, Posdaya itu juga mampu menjawab 19 dari 26 kategori sosial yang selama ini menjadi tugas pemerintah. Baik itu pemberantasan kemiskinan, menyelamatkan hidup anak yatim piatu, lansia, pengangguran, menekan angka kriminalitas maupun penyalahgunaan obat terlarang,” katanya, ketika dihubungi Cendana News, di Padang, Minggu (18/11/2018).
Parla menjelaskan, ada seribu lebih Posdaya yang dinilai LKKS sejak Mei 2018 kemarin. Dari seribu Posdaya itu, hingga mencapai bulan November ini, akhirnya didapatkanlah enam Posdaya berprestasi yang dimasukkan dalam penilaian akhir.
“Bagitu juga dengan Posdaya Kelurahan Tigo Koto Dibaruah tersebut. Banyak aspek yang menjadi bagian dari LKKS yang dipenuhi oleh Posdaya Tigo Koto Dibaruah. Setidaknya dari 26 aspek yang kami jadikan standarisasi, ada 19 aspek yang terpenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, dari enam nominator ini, semuanya akan mendapat apresiasi dan penghargaan dari LKKS Sumatera Barat. Pasalnya pada tahap akhir ini, LKKS akan mencari juara 1, 2 dan, 3 kemudian Harapan 1, 2 dan 3. Hadiah berupa uang tunai untuk pembinaan dan tropi, sebagai upaya memotivasi Posdaya lainnya yang belum sempat untuk ikut Posdaya Award 2018.
“Pengumuman hasilnya nanti akan kami umumkan di Kota Padang tanggal 18 Desember 2018 mendatang. Semua nominator akan kami undang ke Padang dan akan ada hadiah maupun penghargaan dari kami,” jelasnya.
Ia berkata, penilaian Posdaya ini, termasuk tugas pemerintah dalam pemberantasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial sesuai dengan UU No 11 tahun 2009. Karena itulah pada tahun 2012 silam Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, membentuk Posdaya di setiap kelurahan dan nagari di seluruh Kabupaten dan Kota se-Sumatera Barat.
“Para nominator tersebut adalah perwakilan dari Kota Payakumbuh, Padang, Pariaman, Solok, Kabupaten Sijunjung dan Pasaman. Selebihnya bukannya Posdaya tidak bagus, tapi 6 Posdaya masuk nominator itu dinilai lebih bagus. Jadi, harapan dari kegiatan ini, dapat memotivasi Posdaya lainnya untuk lebih baik,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Posdaya Tigo Koto Dibaruah, Fitria, mengatakan, kunci suksesnya Posdaya yang ia pimpin karena adanya usaha budi daya jamur yang dipandang bagus. Sejauh ini, dengan adanya budidaya jamur tersebut, setiap keluarga yang membudidayakan jamur bisa meraup keuntungan setiap hari Rp300 ribu-Rp750 ribu per hari.
Ia menjelaskan, di Posdaya Tigo Koto Dibaruah, sekarang sudah ada 65 keluarga yang membudidayakan jamur. Rata-rata bisa menghasilkan 20-50 kilo setiap hari dengan penjualan Rp 15 ribu per kilo.
Bahkan untuk pengembangan penjualan, Posdaya ini memanfaatkan pengumpul (toke) jamur untuk mengambil hasil panen masyarakat. Rata-rata setiap hari bisa mencapai 3 ton lebih.
Namun ada juga kerja sama yang dilakukan oleh Posdaya Tigo Koto Dibaruah, yaitu dengan sebuah koperasi di Kabupaten Bogor untuk distribusi pasar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan.
Bahkan koperasi ini juga mengekspor jamur dari Posdaya TKD ke negara Thailand. Dengan kondisi produksi jamur yang belum begitu banyak. Hal yang dialami kini, sulitnya memenuhi permintaan yang datang. Permintaan belum bisa terpenuhi.
“Para pengumpul dan koperasi selalu meminta target. Beberapa ada yang kami penuhi dan yang lain kami tolak karena memasang target cukup besar. Takutnya tidak terpenuhi dan konsumen kecewa,” kata Fitria.
Menurutnya, sampai saat ini pembudidaya jamur masih mengembangkan produksi jamur dan menyosialisasikan agar setiap keluarga di kelurahan Tigo Koto Dibaruah bisa membudidayakan jamur. Pasalnya, semakin lama permintaan semakin tinggi.
“Kalau bisa seluruh keluarga di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah berbudi daya jamur. Soalnya permintaan semakin tinggi. Kami harap tahun depan bisa setiap hari mengeluarkan 10 ton jamur dari sini,” ungkapnya.
Selain mengekspor jamur mentah kepada koperasi dan pengumpul, Posdaya Tigo Koto Dibaruah juga membuat aneka ragam makanan dari jamur. Seperti rendang, coklat, nugget, kue, permen dan lainnya. Aneka ragam makanan ini pun diekspor ke negara Thailand dan Malaysia.