Hujan Lima Jam, Banjir Kepung Palembang

Ilustrasi - Dok: CDN

 

PALEMBANG – Banjir mengepung beberapa kawasan di Kota Palembang, Selasa (13/11/2018). Banjir terjadi setelah, hujan turun terus menerus selama lima jam di daerah tersebut.

Banjir mengakibatkan, kemacetan mengular di sejumlah jalan protokol. Kemacetan terparah terjadi di Jalan R Sukamto. Sejumlah kendaraan roda dua terpaksa menepi karena mogok. Macet juga terlihat di kawasan Universitas IBA, mulai dari persimpangan SMKN 6 Palembang hingga ke SMA Xaverius 1.

Di daerah tersebut, sebuah truk membawa semen terpantau mogok, rodanya terperosok persis di samping pagar sekolah SMA Xaverius 1. Genangan air sedalam kira-kira 50 sentimeter, di beberapa titik yang biasa menjadi lokasi genangan banjir, membuat pengguna jalan menahan laju kendaraan. Namun apabila pengendara sudah memasuki kawasan Bukit Besar, sama sekali tidak tergambar situasi sulit seperti di kawasan Menteng dan Kawasan Universitas IBA. Kendaraan dapat berlalu lalang dengan lancar.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, naik sepeda motor untuk pergi ke kantor karena banjir yang melanda Kota Palembang. “Saya terpaksa naik motor, sehingga terlambat menghadiri acara,” kata Gubernur di hadapan peserta Forum Konsultasi Publik rencana awal RPJMD di Palembang, Selasa (13/11/2018).

Menurutnya, akibat hujan pada Senin (12/11/2018) malam, beberapa titik di Palembang tergenang banjir, sehingga kendaraan mobil banyak antri. Oleh karena itu, Herman Deru pergi kerja menggunakan sepeda motor dengan dibonceng, supaya lebih cepat menuju kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Herman Deru menyebut, untuk mengatasi banjir, perlu kerja sama dengan instansi terkait lainnya. Selain itu, perlu adanya pengaturan lingkungan, agar alur sungai lancar. Namun yang lebih penting, ada peraturan daerah tentang alih fungsi lahan. Daerah resapan air, disebutnya tidak boleh dialihfungsikan untuk pembangunan. “Itu harus ada aturannya, seperti melalui Perda,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...