Diklat SAR, Tumbuhkan Anak Muda Tangguh Bencana

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Bencana berupa angin kencang, banjir maupun longsor menjadi perhatian serius sejumlah anggota Search and Rescue (SAR), memasuki musim penghujan ini.

Bencana yang kerap mengakibatkan rumah rusak, pohon tumbang maupun tergenangnya sejumlah wilayah harus diantisipasi dan diatasi secepat mungkin agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Tak hanya itu sejumlah penyakit yang berpotensi muncul, seperti demam berdarah atau DBD, malaria hingga penyakit lainnya juga tak luput dari perhatian setiap kali memasuki musim penghujan seperti sekarang. Antisipasi dan penanganan kondisi itu harus diketahui oleh masyarakat agar mereka dapat bertindak tepat saat menghadapi kondisi tersebut.

Atas dasar itulah, anggota SAR yang tergabung dalam organisasi Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) wilayah DIY menggelar Pelatihan Diklat Dasar SAR bagi sejumlah anak muda mulai dari SMP, SMA hingga SMK. Puluhan siswa dari berbagai daerah ini dilatih agar siap terlibat dalam misi kemanusiaan saat menjadi relawan bencana.

Kepala BSMI DIY Bambang Edi Susianto – Foto Jatmika H Kusmargana

Kepala BSMI DIY, Bambang Edi Susianto, mengatakan, Pelatihan Diklat Dasar SAR bagi relawan muda ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun.

Selain sosialisasi, kegiatan berisi penyampaian materi kelas serta praktik evakuasi, digelar dengan melibatkan BPBD yang juga bertujuan membentuk mental serta kepribadian anak-anak muda sebagai relawan.

“Selain diberikan keterampilan mengenai basic live support, mereka juga diberikan pemahaman mengenai aspek regulasi. Sehingga mereka bisa bersikap bijaksana saat menjadi relawan di lapangan. Termasuk bahwa setiap kegiatan SAR murni merupakan kegiatan kemanusiaan dan tidak terkait politik,” ujarnya.

Diikuti puluhan peserta, kegiatan ini mempraktikkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan saat menemui sejumlah ancaman dan kondisi. Mulai dari mendirikan tenda darurat, memberikan bantuan pertolongan pertama, bagaimana menebang pohon tumbang, hingga mencegah penyebaran wabah penyakit.

“Diksar ini merupakan awal dari pelatihan berjenjang yang diberikan pada relawan. Dengan seiring bertambahnya pengalaman, mereka nantinya akan siap diterjunkan ke sejumlah lokasi bencana. Tentu harus dengan pemberian pembekalan lain, termasuk bimbingan dan pendampingan dari para relawan senior,” ujarnya.

BSMI sendiri merupakan organisasi bernafas Islam yang bergerak di bidang kemanusiaan. Di DIY, relawan BSMI tercatat mencapai 200 orang lebih. Mereka rutin terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, baik di DIY maupun Indonesia.

Lihat juga...