Berkarya Serap Pemikiran Anak Muda, Lanjutkan Program Pak Harto

Jurnalis: Koko Triarko

JAKARTA — Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) mengatakan, semasa pemerintahan mendiang ayahandanya (Presiden Soeharto), banyak program-program pemerintah yang menyentuh rakyat kecil. Seperti kelompencapir, Temu Wicara Presiden dan Masyarakat, KB, Puskesmas, Transmigrasi, Kredit Investasi Kecil dan banyak lagi.

“Namun, banyak pula program-program Bapak (HM Soeharto -red) yang belum terselesaikan. Di antaranya program pengentasan kemiskinan, dan masih ada lagi yang lain,” ujar putri sulung Presiden Soeharto ini saat memberikan pengarahan kepada peserta silatnas Forum Komunikasi Panti-Ponpes Penerima Bantuan Yayasan Dharmais (FKPPBD) Jawa Timur, di Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso, Sabtu (3/11/218).

Ia pun kemudian menyampaikan, hal itulah yang mendasari Keluarga Cendana membentuk Partai Berkarya, sebagai wadah pengabdian melanjutkan program-program Pak Harto, baik yang sudah atau belum berjalan, maupun yang belum sempat dilaksanakan dan belum terselesaikan, untuk sebesar-besarnya meningkatkan kehidupan masyarakat, yang pada gilirannya mengangkat harkat dan derajat bangsa Indonesia.

“Yang baik kita teruskan, yang kurang baik kita perbaiki, dan yang jelek kita tinggalkan. Kami pun akan melanjutkan program-program yang kami anggap baik, yang telah dibuat oleh Presiden Soekarno, maupun presiden-presiden setelah Bapak (HM Soeharto -red),” tegas Tutut Soeharto.

Tutut Soeharto, Titiek Soeharto dan Mamiek Soeharto saat menghadiri Tabligh Akbar di Jember. Foto: Ist

Lebih jauh, Putri Cendana ini membeberkan, jika dalam pelaksanaannya tentu saja pihaknya juga menyerap pemikiran-pemikiran masa kini, utamanya anak-anak muda yang mempunyai pemikiran kekinian.

“Yang muda yang berkarya, sehingga mereka menjadi generasi pembangun,” katanya.

Ia menambahkan, jika pihaknya menyadari tidak akan mampu mewujudkan semua itu sendiri. Karenanya, perlu dukungan masyarakat Indonesia, termasuk alim ulama, pemuka agama, para kiai, santri dan santriwati, agar dapat memperjuangkan Partai Berkarya, dan aspirasi rakyat Indonesia di parleman.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Siti Hardijanti Rukmana didampingi Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) dan jajaran pimpinan Yayasan Dharmais, juga meninjau pelaksanaan operasi katarak gratis di RS Citra Husada Jember.

Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto saat sampai di acara bakti sosial operasi katarak gratis Yayasan Dharmais. Foto: Ist

Sementara pada kunjungannya di Ponpes Al-Ishlah, Siti Hardijanti Rukmana selain memberikan pengarahan kepada peserta silatnas FKPPBD, juga meresmikan didirikannya Rumah Sehat KH. Muhammad Ma’shum di kompleks pondok pesantren setempat.

Lihat juga...