Tutut Soeharto: Bapak Dapat Pendidikan Agama dari NU dan Muhammadiyah

Editor: Koko Triarko

PONOROGO – Di hadapan warga Ponorogo dan jemaah Masjid Al Manar, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), menyampaikan perihal pendidikan agama dari mendiang ayahnya (HM Soeharto), yang sangat kental. 

“Bapak saya memang dapat pendidikan dua. Dari ayahnya, yaitu pendidikan Nahdatul Ulama (NU), dan dari Ibunya, Beliau mendapatkan pendidikan Muhammadiyah,” kata Tutut Soeharto, saat silaturahmi kebangsaan dengan warga Ponogoro di Masjid Al Manar di Universitas Ponogoro, Minggu (31/3/2019).

Tutut Soeharto bersyukur mempunyai kumpulan keluarga Muhammadiyah. Bahkan belum lama ini, mereka bersilaturahmi di rumah mendiang Pak Harto di Jalan Cendana Menteng, Jakarta.

“Alhamdulillah, kami selalu silaturahmi dalam menjalankan kehidupan ini,” ujarnya.

Putri Cendana ini merasa bersyukur, bisa silaturahmi ke Masjid Al Manar yang dibangun Yayasan Amal Bakti Pancasila yang dipimpin Pak Harto.

Saat membangun masjid ini, jelas dia, Pak Harto mengajak seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Indonesia untuk menanam amal saleh bekal di Surga. Yakni, dengan memotong gaji PNS sebesar Rp50 rupiah setiap bulannya.

“Lima puluh perak itu kecil, tapi sekarang hasilnya baru dirasakan, ternyata ikut berpartisipasi dalam membangun Masjid Al Manar ini. Jadi, Bapak tidak sendiri membangun masjid ini,” kata Tutut Soeharto.

Jadi, lanjut dia, potongan gaji PNS tersebut bukan untuk Pak Harto maupun Yayasan Amal Bakti Pancasila. Tapi, untuk membangun masjid di seluruh Indonesia.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adingsih (Mamiek Soeharto) pada silaturahmi kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Ponogoro, Jawa Timur, Minggu (31/3/2019). Foto: Koni

“Alhamdulillah, ada 999 masjid yang tersebar di Indonesia. Memang, pencetusnya Bapak, tetapi jangan lupa yang beramal saleh bangun masjid ini bukan Bapak sendiri, tapi PNS di seluruh Indonesia,” tegas Tutut Soeharto.

Hanya dengan Rp50, para PNS tersebut sudah menanamkan amal bakti kepada Allah SWT, untuk bekal hidupnya di akherat. “Insyaallah, mereka masuk Surga. Dan, saya yakin ibu dan bapak yang hadir di sini ada pengalaman gajinya dulu dipotong 50 perak,” kata Tutut Soeharto.

Pada silaturahmi ini, Tutut Soeharto mengimbau masyarakat Indonesia pada Pemilu nanti untuk tetap menegakkan kesetiakawanan sosial nasional dan gotong royong.

Menurutnya, dalam Pemilu pasti banyak intrik-intrik yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Sehingga harus tetap teguhkan iman dan menjunjung akhlak serta selalu saling menghargai.

“Jangan karena Pemilu, kita jadi pecah belah, musuhan. Bermusuhan di dalam pendapat politik, monggo. Tapi dalam silaturahmi, kita harus menjunjung tinggi martabat dan harkat bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...