Tutut Soeharto: Pesantren Membentuk Moralitas Generasi Muda

Editor: Makmun Hidayat

PONOROGO — Alunan musik marching band mengiringi kunjungan Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) di Pondok Pesantren Al Iman Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (31/3/2019).

Kedua putri Cendana dikalungi bunga melati. Alunan musik hadrah yang dibawakan para santri mengalun merdu menyambut Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto.

Tarian Saman yang dipersembahan santriwati sangat memukau, putri Cendana pun merasa terhibur dan bangga.

Pemimpin Pondok Pesantren Al Iman, Kiai Iman Bajuri menyampai puji syukur atas kedatangan Tutut Soeharto dan rombongan. Lalu, Kiai Iman Bajuri memperkenalkan pesantren yang dibinanya.

“Selamat datang Ibu Tutut, terima kasih telah berkenan silaturahmi menyapa kami,” kata Kiai Iman Bajuri dalam sambutannya.

Dia mengatakan, jalinan silaturahmi pondok pesantren ini sudah terjalin sejak masa kepemimpinan Pak Harto. “Program-program Pak Harto dalam membangun bangsa dan negara sangat menyentuh kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Kiai Iman Bajuri, selalu mengajak para santrinya untuk mendoakan almarhum Pak Harto agar ditempatkan di surga oleh Allah SWT.

Dia menegaskan, di dunia ini ada ilmu ulama yang mengatur dunia milik Allah SWT, yakni dengan senantiasa membimbing para santri berahlak mulia. Menjadi pribadi yang mandiri untuk menyongsong masa depan bangsa.

Menurutnya, adilnya pemimpin masa datang itu harus bersikap kedermawaan yang bisa menerangi dunia dan menyejahterakan rakyatnya.

Dia berharap Indonesia menjadi negara maju dan makmur kedepannya. Maka itu diperlukan seorang pemimpin yang dapat mengatur dan menyelamatkan negara Indonesia.

“Suatu saat nanti akan datang tiba orang menjauh dari agama. Kalau orang tidak mendekat pada alim ulama, itu adalah pemimpin yang menzdolimi,” ujarnya.

Tutut Soeharto memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, dirinya bersama rombongan bisa bersilaturahmi dengan semua warga pesantren.

Putri sulung Presiden Soeharto berharap semoga silaturahmi kita ini diberikan keberkahan, sehingga menghasilkan kemanfaatan yang semaksimal. “Saya bersyukur dianggap dan diakui menjadi keluarga besar dari Pondok Pesantren Al Iman,” kata Tutut Soeharto.

Menurutnya, kunjungan ke pesantren ini untuk menjalankan amanat Pak Harto kepada anak-anaknya. “Bapak pesan agar saya sering-sering silaturahmi ke pesantren. Sebagaimana Bapak juga sering berkunjung dan bersilaturahmi ke pesantren,” ujarnya.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adingsih (Mamiek Soeharto) foto bersama Pondok Pesantren Al Iman Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (31/3/2019). – Foto: Koni

Tutut Soeharto sangat ingat akan pesan Pak Harto, yakni pesantren berjasa bagi bangsa Indonesia. “Pesantrenlah yang memberikan pendasaran awal pembentukan moralitas generasi anak-anak bangsa. Pesantren memberikan pendidikan keagamaan, menempa karakter dan ahlak anak sejak dini,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak pesantren tersebar di seluruh Indonesia. Banyak dari mereka tumbuh secara swadaya, sehingga bisa dibayangkan berapa biaya penyelenggaraan pesantren seluruh Indonesia.

“Kata Bapak saya, pesantren sangat membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ujar Tutut Sorharto disambut tepuk tangan hadirin.

Oleh karena itu, Tutut Soeharto dan rombongan senantiasa silaturahmi ke pesantren. Menurutnya, agar memperoleh nasehat dari para kiai, memperoleh doa-doa dari para kiai. “Kami juga akan mendampingi pesantren dalam membina masyarakat melaui pendidikan,” ujarnya.

Untuk menjaga ikatan persaudaraan kebangsaan, Tutut Soeharto berpesan agar para santri menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Apalagi saat ini menurutnya,  berada dalam era digital. Dimana arus informasi publik terkadang tanpa kontrol dengan munculnya beragam hoax memicu pertengkaran antar masyarakat, yang menyebabkan perpecahan bangsa.

“Melalui silaturahmi dengan pesantren-pesantren ini, saya mengajak kita semua bersama-sama menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila ini untuk tetap tegak berdiri,” tegasnya.

Untuk mendorong terwujudnya pesantren mandiri pangan dan energi, Tutut Soeharto memperkenalkan program pertanian dan perternakan terpadu Saung Berkarya, kepada pesantren Al Iman.

“Silaturahmi kami ini juga dalam rangka mendorong terwujudnya pesantren mandiri pangan dan energi. Insyaallah para santri nanti akan dibimbing oleh staf ahli dari Saung Berkarya,” ujarnya.

Dengan program ini pesantren bisa memenuhi sebagian atau keseluruhan kebutuhan bahan pangan dan energi atas prakarsa sendiri, dari potensi yang dimiliki.

“Untuk mengurangi kebutuhan energi, biasanya saya bantu dengan pembangunan instalasi biogas. Agar pesantren bisa memenuhi kebutuhan gas untuk sehari-hari tanpa harus membeli,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Tutut Soeharto berdialog dengan para santri. Untuk mewujudkan pesantren mandiri pangan dan energi, Tutut Soeharto memberikan bantuan intalasi sistem biogas.

Tutut Soeharto memberikan kenangan satu set buku tentang Pak Harto kepada Kiai Iman Bajuri. Dan di penghujung acara momen silaturahmi ini diabadikan dengan berswafoto. Terlihat harmonisasi begitu erat tanpa jarak pemisah, rasa kangen pada sosok Pak Harto pun terobati.

Lihat juga...