Benih Unggul, Faktor Utama Produktivitas Padi

LHOKSEUMAWE  – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, mengatakan, penggunaan benih unggul menjadi faktor utama peningkatkan produktivitas padi di wilayahnya.

“Salah satu faktor utama meningkatnya produktivitas padi di Kabupaten Aceh Utara, sangat dipengaruhi oleh penggunaan benih yang unggul serta sesuai dengan kondisi lahan,” ungkap A Jalil, kabid Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis.

Banyak jenis benih unggul yang digunakan untuk mendongkrak hasil panen padi di Kabupaten Aceh Utara. Benih-benih unggul tersebut antara lain, Mekonga, Ciheurang, Cidenu, IPB 3S, Impari 32, Impari 30 dan Impari 42 serta benih jenis hibrida.

“Jenis-jenis benih tersebut yang kita rekomendasikan kepada petani untuk digunakan di areal persawahan mereka agar lebih meningkat produktivitas tanamannya,” ungkap A Jalil.

Penggunaan jenis benih unggul dimaksud, dikarenakan selain lebih tahan terhadap hama dan penyakit juga berumur pendek sehingga lebih cepat masa panennya. Selain itu, hasilnya juga lebih banyak jika dibandingkan dengan jenis benih bukan unggul.

Selain pemilihan dan penggunaan benih unggul yang menjadi salah satu faktor meningkatknya produksi padi di Aceh Utara, peran penyuluh juga sangat besar dalam memberikan edukasi bagi petani.

“Selain memilih jenis-jenis benih unggul yang cocok dan sesuai dengan daerah tanam, penyuluh juga berperan penting di dalam memberikan bimbingan dan menyampaikan tentang teknologi pertanian terbaru bagi petani,” terangnya.

Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Aceh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) daerah dengan produksi padi tertinggi di Provinsi Aceh untuk tahun 2018 adalah Kabupaten Aceh Utara yang mencapai 367.860 ton. Selanjutnya Kabupaten Pidie sebesar 251.510 ton dan pada urutan ke-3 Kabupaten Aceh Timur sebesar 170.126 ton. (Ant)

Lihat juga...