Titiek Soeharto: Semua Pihak Menghindari Upaya Perpecahan Umat
Editor: Mahadeva WS
SURABAYA – Suasana yang ada di tengah masyarakat, setiap kali menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) cenderung panas. Dengan kondisi tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, berharap, semua pihak bisa saling menahan diri.
Hal itu dibutuhkan demi kebaikan bangsa dan negara. “Saya paling tidak suka tuh, kalau mendekati pemilu, suasananya selalu memanas. Saling jelek menjelekkan, tapi apakah harus selalu begitu? Padahal seharusnya, tidak boleh terjadi hal seperti itu,” ujar Titiek, usai menghadiri pelantikan PD XIII, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) Jawa Timur, dan PC XIII FKPPI se Jawa Timur, Minggu (28/10/2018).

Kondisi saling mengejek dan saling menjelek-jelekan tersebut, bisa terjadi karena ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi yang tidak tenang tersebut. Sehingga diharapkan, tidak ada yang terpancing dengan upaya pemecahan tersebut. “Kedepan, hindarilah hal-hal semacam ini, jangan sampai terjadi perpecahan antar umat. Dan mungkin ketua atau pimpinan ormas bisa menenangkan anggotanya, jangan sampai berbuat salah. Karena meskipun kita tidak bikin salah, bisa saja tetap dipolitisir macam-macam, apalagi berbuat salah,” tandasnya.
Titiek berharap, semua pihak memiliki impian yang terbaik untuk Indonesia ke depan. Sehingga semuanya, mau memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Titiek Soeharto menyebut, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomer urut dua, Prabowo-Sandi, harus terus bekerja keras dan tetap berdoa. “Buat pak Prabowo dan pak Sandi, mereka dibutuhkan oleh rakyat Indonesia, sehingga mereka berdua harus bisa menjaga kesehatan dan stamina. Serta tawakal terus berdoa kepada Allah SWT, mudah-mudah bangsa ini diberi yang terbaik oleh Allah,” katanya.

Kejadian menarik saat pelantikan PD XIII FKPPI Jawa Timur dan PC XIII FKPPI se Jawa Timur, acara sambutan dari Titiek Soeharto diiringi sorak-sorai, tepukan tangan, serta pekikan hidup Soeharto dan kata-kata “Enak jamanku toh” oleh para anggota FKPPI yang hadir. Masa yang hadir terlihat merindukan sosok presiden ke dua Repulik Indonesia, H.M Soeharto.
Dalam sambutan singkatnya, Titiek Soeharto mengaku bersyukur masih bisa berkumpul dan bertemu dengan jajaran FKPPI Jawa Timur dalam keadaan sehat. “Saya sebetulnya sudah dua hari ini berada di Jawa Timur, dan sejak kemarin saya kampanye terus. Saya hari ini sebenarnya pengen kampanye lagi disini,” katanya, yang disambut tepuk tangan dari anggota FKPPI yang hadir.
Menurut Titiek, sebagai keluarga besar TNI dan POLRI, jika ada salah satu keluarganya mencalonkan diri sebagai calon presiden, sudah selayaknya dipilih. “Masing-masing memang boleh bebas memilih, tapi kalau ada salah satu calon presiden yang merupakan keluarga kita dari TNI, sebaiknya hati nurani kita pilihannya kesana,” pungkasnya.