HNSI: Asuransi Penting Bagi Nelayan Tradisional Sumut
MEDAN — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara berharap agar para nelayan tradisional di daerah itu mengikuti progam asuransi untuk menjamin keselamatan kerja saat pergi melaut.
“Pekerjaan nelayan itu, juga memiliki risiko yang cukup tinggi saat mereka mencari ikan dan mengharungi lautan lepas,” kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli di Medan, Minggu.
Apalagi saat ini, menurut dia, prakiraan BMKG Medan pada bulan Oktober ini, masih terjadi angin kencang dan cuaca di laut kurang baik.
“Sehubungan dengan itu, para nelayan agar selalu mewaspadai cuaca ekstrem dan jangan memaksakan diri pergi ke laut untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini,” ujar Nazli.
Ia mengatakan, pada cuaca yang kurang baik itu, banyak terjadi kecelakaan di laut dan hal tersebut harus dapat dihindari oleh nelayan Sumatera Utara (Sumut).
Para nelayan yang pergi ke laut, dalam cuaca kurang baik ini harus melengkapi peralatan berupa pelampung keselamatan .
“Ini merupakan persyaratan yang sangat penting bagi nelayan, jika terjadi badai di laut maupun ombak besar yang mengancam keselamatan,” ucap tokoh nelayan itu.
Nazli menambahkan, asuransi itu, tidak hanya berguna untuk keselamatan kerja para nelayan, melainkan juga untuk kesehatan dan juga keperluan biaya pendidikan sekolah anak nelayan.
Asuransi tersebut, merupakan program Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk kesejahteraan nelayan dan harus disambut baik, serta jangan disepelekan.
“Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten/Kota diharapkan segera mendafarkan nelayan di daerah menjadi anggota asuransi.Nelayan dapat menyiapka administrasinya,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.
Sebanyak dua ribu nelayan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara akan mendapat asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Untuk daerah Kabupaten Mandailing Natal kita mendapat alokasi asuransi nelayan sebanyak 2.000 orang, namun hingga saat ini yang telah siap baru mencapai sekitar 1.300 kartu,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mandailing Natal Awaluddin Nasution di Panyabungan, Kamis.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan data-data pendukung untuk dikirimkan sebagai bahan dalam pengalokasian 2.000 nelayan sebagai penerima asuransi nelayan tersebut.
“Sesuai dengan program KKP untuk satu juta asuransi nelayan, Alhamdulilah mendapat alokasi asuransi nelayan itu sebanyak 2.000 orang, dengan persayaratan utamanya harus memiliki kartu nelayan,” katanya. [Ant]