Tabur Puja Bawa Perubahan Fundamental Pembangunan Ekonomi Desa Madura
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
CILACAP — Keberdaan Koperasi Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) sejak setahun terakhir, terbukti mampu memberikan perubahan fundamental dalam bidang pembangunan ekonomi di desa Madura, Wanareja, Cilacap, Jawa tengah, yang merupakan Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri.
Perubahan mendasar yang secara nyata dapat terlihat salah satunya adalah terkait sumber pendanaan modal usaha bagi para pelaku UKM. Mayoritas warga yang sebelumnya harus berurusan dengan rentenir atau lintah darat, kini telah mendapatkan sumber yang lebih mudah dan menguntungkan, yakni koperasi.
“Pinjaman modal usaha yang selama ini lewat rentenir kini telah bergeser ke Koperasi Tabur Puja. Ini jelas menguntungkan bagi pada pelaku usaha kecil karena bunga pinjaman lebih ringan serta jangka waktu pengembalian lebih longgar. Sehingga usaha warga dapat semakin cepat berkembang,” ujar Kepala Desa Madura, Andi Hermawan.
Sejak didirikan 2017 lalu, KUD Mandiri Lestari Sejahtera Desa Madura, melalui Unit Tabur Puja, tak henti menggelontorkan bantuan modal usaha hingga mencapai Rp1,75 milyar. Setiap pelaku UKM di desa ini diberikan akses pinjaman modal usaha senilai Rp2 juta dengan jangka waktu 1 tahun dan menerapkan sistem kelompok tanggung renteng.
“Setahun berjalan, keberadaan Koperasi Tabur Puja di desa Madura ini mendapat respon sangat positif dari masyarakat. Bahkan ada beberapa dusun yang tidak membolehkan lagi rentenir masuk ke wilayah mereka, karena sudah ada pinjaman koperasi. Salah satunya dusun Purwasari. Jadi hanya Koperasi Tabur Puja saja yang boleh memberi pinjaman bagi warga,” ungkap Manager Koperasi Tabur Puja desa Madura, Edi Rahmat Januar.

Memiliki misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan, Koperasi Tabur Puja di desa Madura ini memang fokus untuk memberikan pinjaman bagi pelaku usaha khususnya warga miskin atau keluarga pra sejahtera.
Hingga saat ini Koperasi Tabur Puja telah memiliki sebanyak 813 nasabah atau anggota, dimana sebanyak 156 diantaranya merupakan keluarga miskin atau pra sejahtera.
“Sejak adanya sejumlah program Yayasan Damandiri seperti Tabur Puja dan bedah rumah, angka kemiskinan di desa Madura tercatat semakin berkurang. Dulu warga miskin yang menerima bantuan pemerintah mencapai 1200 kk. Namun sampai dengan akhir 2017, jumlahnya berkurang menjadi hanya sekitar 800 kk saja. Saat ini, jumlah tersebut juga semakin berkurang melihat validasi data terbaru kemarin,” imbuh Andi Hermawan.