Koperasi Tabur Puja Desa Madura Salurkan Modal Rp1,75 Miliar
Editor: Mahadeva WS
CILACAP – Sejak didirikan di 2017 silam, Koperasi Tabur Puja Desa Mandiri Lestari Madura, Wanareja, Cilacap Jawa Tengah, telah menyalurkan kredit usaha Rp1.758.700.000. Dana tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Damandiri.
Dari jumlah itu, dana sebesar Rp290.000.000 disalurkan kepada 154 keluarga pra sejahtera, Rp713.200.000 untuk 345 Kepala Keluarga (KK) dari kelompok sejahtera satu, Rp709.000.000 untuk 293 KK dari kelompok sejahtera dua, dan Rp46.500.000 untuk 21 KK dari kelompok sejahtera tiga.

“Desa Madura ini memiliki 3.383 KK. 589 KK masih tercatat sebagai keluarga pra sejahtera. Dari jumlah tersebut, sampai saat ini kita sudah melayani 813 KK. Sebanyak 156 KK diantaranya, berasal dari keluarga pra sejahtera,” ungkap Manager Koperasi Tabur Puja, KUD Mandiri Lestari Sejahtera Desa Madura, Eri Rahmat Januar.
Eri mengatakan, Koperasi Tabur Puja Desa Madura, masih belum mampu melayani pinjaman modal usaha, bagi seluruh keluarga pra sejahtera yang ada di daerah tersebut. Terlebih, tidak semua keluarga pra sejahtera memiliki usaha. Beberapa diantara mereka diketahui bekerja sebagai pegawai harian lepas.
“Dari total dana bantuan modal Rp3 Miliar, kita baru mampu menyalurkan sekitar Rp1,75 Miliar. Belum bisa optimal karena memang kita baru berjalan sekitar setahun. Sehingga belum semua dusun di desa Madura ini memiliki kelompok tabur puja. Sampai saat ini kita baru memiliki tujuh kelompok tabur puja. Plafon pinjaman maksimal juga masih Rp2 juta per keluarga,” jelasnya.
Meski memproritaskan pinjaman modal usaha bagi keluarga miskin, khususnya kelompok pra sejahtera, Koperasi Tabur Puja Desa Madura, mewajibkan setiap calon nasabah memiliki usaha. Hal itu agar dana pinjaman tidak digunakan untuk keperluan konsumtif, namun dimanfaatkan untuk kegiatan yang dapat menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Kita tidak sekedar pinjami modal saja. Tapi membantu bagaimana agar uang tersebut bisa diputar kembali untuk usaha. Karena itu kita sudah berencana membuatkan usaha bagi keluarga pra sejahtera yang belum memiliki usaha. Seperti misalnya usaha ternak kambing atau telur puyuh,” ungkap Eri.
Dengan bantuan modal berbentuk barang, diharapkan keluarga pra sejahtera dapat memulai sebuah usaha untuk meningkatkan kesejahteraannya. Kerjasma bagi hasil, dimana koperasi sebagai sumber modal dan warga sebagai pelakunya menjadi metode yang akan diterapkan. “Ini kita lakukan agar keluarga pra sejahtera, kehidupannya bisa meningkat. Karena kalau diberikan pinjaman uang, mereka takut tidak bisa mengembalikan,” tuturnya.