Jajaran Pengurus Transportasi Jakarta Dirombak
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta, melakukan perombakan pada PT Transportasi Jakarta dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
Pengurus PT Transportasi Jakarta dilakukan pergantian. “Adanya penggantian pengurus PT Transportasi Jakarta untuk penyegaran Direksi, dan melengkapi pengurus yang sudah ada agar BUMD ini dapat melayani masyarakat lebih efektif dan efisien,” ujar Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta, Yurianto, Senin (29/10/2018).
Penggantian dan upaya pelengkapan jajaran pengurus dilakukan, agar dapat menyiapkan diri untuk mengoperasionalkan MRT Jakarta, tepat pada waktunya. Posisi Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono, dianggap sukses melaksanakan tugasnya. Dan dinilai berhasil meletakkan landasan transportasi publik di Jakarta. Melalui Jak Lingko, PT Transportasi Jakarta telah bekerja sama dengan 11 Operator bus kecil.
Dalam satu tahun, kenaikan penumpang dari 420.000 per hari, telah meningkat menjadi 721.000 penumpang per hari. Di 2016, telah mengangkut penumpang 123,7 juta orang, dan meningkat menjadi 144,8 juta orang di 2017. Sementara di 2018, Transjakarta telah mengangkut 127,5 juta orang, jumlah tersebut adalah catatan sampai dengan September 2018.
“Saya berterima kasih kepada pak Budi Kaliwono, yang telah mengelola PT Transjakarta, dari 2016 sampai dengan sekarang. Sehingga, transportasi di Jakarta semakin baik dan terintegrasi. Untuk direksi yang baru, saya harapkan dapat menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti pembinaan pegawai dan pengelolaan asset,” ungkapnya.
Yurianto menyampaikan, BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, turut mengharapkan kepengurusan PT Transportasi Jakarta dan PT MRT Jakarta yang baru lebih kompak, solid, dan profesional. Hal itu dibutuhkan, untuk menampilkan performa yang lebih baik. Selain itu, PT Transportasi Jakarta dan PT MRT Jakarta, diharapkan dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian DKI Jakarta.
Dirut PT Transjakarta yang baru, adalah Agung Wicaksono. Sebelumnya, Agung menjabat sebagai Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta. Dia berharap, dengan pergantian jabatan tersebut, dapat membuat sinergi yang lebih baik lagi. “Pergantian ini diharapkan untuk membuat sinergi yang lebih baik, dalam pengintegrasian antar moda, yang berbasis jalan dan berbasis rel, serta untuk memperkuat sinergi antar BUMD dan menciptakan kaderisasi di dalam tubuh BUMD, sehingga memotivasi pegawai BUMD untuk memiliki kinerja lebih baik lagi ke depan,” paparnya.
Sedangkan untuk PT MRT Jakarta, dilakukan penggantian Direktur Operasi dan Pemeliharaan dan pengisian Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis, serta pengisian satu pejabat komisaris yang kosong. “Mukhtasor sebagai Komisaris. Kalau pengangkatan Muhammad Effendi sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan didasarkan atas pertimbangan bahwa yang bersangkutan sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi Konstruksi di PT MRT Jakarta. Selain itu, yang bersangkutan juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola operasi perusahaan dengan aspek keamanan yang tinggi. Muhammad Effendi juga berpengalaman 11 Tahun bekerja di Rasgas Qatar,” jelasnya.
Di sisi lain, PT MRT Jakarta diharapkan segera menyiapkan operasional MRT Jakarta untuk Fase I, koridor Lebak Bulus–Bundaran HI tepat waktu, pada Maret 2019. “Kita berharap segera memproses percepatan pembangunan MRT Jakarta Fase II koridor Bundaran HI – Kampung Bandan dan melaksanakan penugasan-penugasan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017 – 2022,” tutupnya.