Operasikan APT Pranoto, Angkasa Pura I Siapkan Rp190 Miliar

Editor: Mahadeva WS

General Manager PT. Angkasa Pura I Balikpapan Farid Indra Nugraha – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura I, menyiapkan dana Rp190 miliar pada 2019 nanti, untuk mengoperasikan secara khusus, keamanan dan keselamatan, sesuai standar internasional.

Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Kaltim dan PT. Angkasa Pura I, telah menadatangani kesepakatan pengelolaan bandara tersebut. Ketiganya juga akan menyiapkan kerjasama pemanfaatan, dengan perusahaan daerah yang ditunjuk Pemerintah Kota Samarinda.

“Saat peresmian, telah dilakukan MoU tiga pihak, nanti masing-masing mempersiapkan yang menjadi tugasnya, dan perjanjian kerja sama dengan pihak yang ditunjuk pemkot, sebagai perusahaan daerah yang nantinya berkontribusi dalam kegiatan usaha di bandara APT Pranoto,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan, Farid Indra Nugraha, Senin (29/10/2018).

Di 2019 nanti, akan dialokasi dana sekira Rp190 miliar, untuk keamanan, agar bandara bisa beroperasi sesuai standar internasional. “Safety itu seperti lampu, pagar maupun taxiway,” sebutnya.

PT Angkasa Pura I, juga harus mempersiapkan penerbangan komersil khususya Samarinda-Jakarta, Samarinda-Surabaya maupun Samarinda-Makassar. “Sesuai arahan, Presiden Joko Widodo saat meresmikan, PT Angkasa Pura I juga harus mempersiapkan penerbangan komersial untuk rute Surabaya dan Makassar,” tukasnya.

Selain itu, untuk mempersiapkan penerbangan, PT. Angkasa Pura I juga harus berkoordinasi dengan stakeholder maupun maskapai, termasuk Kementerian Perhubungan, khususnya menyangkut keamanan dan keselamatan penumpang. “Terkait dengan slot yang tersedia di bandara tujuan, dalam hal ini pihak maskapai akan mengajukan ke Kementerian Perhubungan, apakah menyetujui atau tidak yang diusulkan oleh pihak maskapai terkait rute penerbangan,” tambah Farid.

Pemprov Kaltim juga memastikan, akses jalan menuju bandara sudah siap, saat bandara akan beroperasi. Pemprov Kaltim harus menyiapkan ketersediaan jalan ataupun kelancaraan akses menuju bandara. “Jadi banyak yang harus dilengkapi oleh pihak pengelola bandara sebelum beroperasi,” pungkas Farid.

Lihat juga...