Indonesia-Jerman Kembangkan Program Kemitraan Kejuruan
JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Trier, Jerman (IHK Trier). Kerjasama yang dilakukan mengenai program kemitraan pendidikan kejuruan, untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai bagian dari kebijakan pemerataan ekonomi.
“Program ini untuk melatih para pelatih di tempat kerja. IHK Trier mengajarkan, kepada industri supaya lebih siap untuk pemagangan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, di Jakarta, Rabu (24/10/2018).
Nota Kesepahaman program kemitraan kejuruan tersebut, ditandatangani oleh Rudy dan Chief Executive of Chamber of Commerce and Industry of Germany, Jan Grockauer. Program kemitraan itu merupakan bagian dari kerja sama teknik bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Jerman, yang dibiayai oleh Pemerintah Republik Federal Jerman melalui sequa gGmbH.
Jawa Tengah dan Jawa Timur, dipilih sebagai tempat pelaksanan program, mengingat jumlah industri menengah ke atas, yang bisa menerima pemagangan di dua daerah tersebut jumlahnya cukup banyak.
Kerja sama teknik bilateral yang baru, terhitung setelah Nota Kesepahaman ditandatangani, dan akan berlaku sampai 31 Maret 2021. Program kemitraan tersebut, melibatkan IHK Trier Jerman, dan menitikberatkan pada tiga hal, yaitu pengembangan instrumen pendidikan kejuruan di industri, penetapan infrastruktur untuk kualifikasi pelatih tempat kerja, dan pemberdayaan organisasi-organisasi bisnis di Indonesia untuk koordinasi antara sekolah dan industri.
Pengembangan pendidikan kejuruan, dengan mencontoh Jerman, diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran anak muda, sekaligus meningkatkan kompetensi keahlian. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J. Supit, mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman penting, untuk mendukung kompetensi tenaga kerja menghadapi dinamika Revolusi Industri 4.0. (Ant)