Di Palu, Titiek Soeharto Beri Semangat Warga Balaroa
Editor: Mahadeva WS
PALU – Rombongan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) yang dipimpin Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa bumi disertai tsunami, likuefaksi di Sulawesi Tengah.
Sejumlah lokasi yang dikunjungi Titiek Soeharto, sejak kedatangannya di bandara Mutiara Sis Al Jufri dengan membawa misi kemanusiaan bagi korban bencana, adalah sejumlah posko pengungsian seperti di Petobo, Palu Timur, Pantai Talise dan Balaroa. Lokasi terakhir yang dikunjungi Titiek Soeharto bersama tim YDGRK adalah, Perumahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.
Titiek Soeharto menyebut, melihat langsung efek kedasyatan gempa yang disertai fenomena tanah amblas dan mengakibatkan ratusan rumah tertelan bumi, dengan korban jiwa yang belum ditemukan jumlahnya masih cukup banyak.

“Saya datang ke sini ke sejumlah lokasi yang terparah terkena gempa diantaranya Kelurahan Petobo, di Sigi, kawasan pantai Talise serta perumahan nasional Balaroa ini,” terang Titiek Soeharto, saat berbincang dengan warga yang selamat di perumahan Balaroa, Kamis (25/10/2018).
Titiek Soeharto menyebut, kunjungan ke sejumlah posko yang dilakukannya, untuk membawa bantuan sembako, serta perlengkapan anak-anak dan wanita. Bantuan tersebut bisa diambil oleh warga, dengan sistem distribusi yang dilakukan oleh para relawan. Sejumlah posko mendapatkan bantuan dari YDGRK Siti Hartinah Soeharto, Yayasan Damandiri, Dharmais, DAKAB dan DPP Partai Berkarya.
Mulis, salah satu warga yang rumahnya terdampak likuefaksi menyebut, saat kejadian Dirinya tengah melakukan salat Maghrib di masjid. Pada saat itu, Mulis berpegangan pada kabel listrik, sehingga tidak ikut terseret tanah bergerak sekaligus diputar masuk ke dalam tanah. “Saya mengisahkan kepada ibu Titiek Soeharto dan kami merasa senang karena mendapat kunjungan sekaligus bantuan yang dibutuhkan warga,” terang Mulis.
Saat mengunjungi Perumnas Balaroa yang porakporanda, Titiek Soeharto sempat melihat langsung tanah yang diratakan dengan alat berat. Dilakukan penimbunan lokasi amblasan dengan kedalaman lebih dari lima meter dengan alat berat.

Nur Arief, koordinator KRI menyebut, sudah berada di Balaroa sejak dua hari pascagempa, sehingga saat ini sudah genap tiga pekan berada di lokasi bencana. Posko Balaroa yang dikelola oleh KRI, melayani 430 Kepala Keluarga (KK). “Posko yang kami dirikan tidak hanya mengurusi pengungsi dari Balaroa tapi pengungsi dari wilayah Sigi dan Donggala,” beber Nur Arief.
Nur Arief menyebut, selama menjadi relawan bersama sekira 15 orang relawan lain, telah meninggalkan keluarga. Kedatangan Titiek Soeharto diakuinya, ikut menyemangati relawan, sekaligus menambah jumlah bantuan yang dibawa. Pekerjaan relawan selain, membuat dapur umum, juga melakukan proses mengemas paket-paket bantuan untuk warga.

Seusai mengunjungi posko Balaroa,tim yang dipimpin oleh Titiek Soeharto, dan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, memberikan bantuan di posko induk Gawalise.