Kirab Sedekah Bumi, tak Ada Paceklik Pertanian
Editor: Satmoko Budi Santoso
SOLO – Ratusan warga Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Solo, Jawa Tengah mengikuti kirab sedekah bumi yang dipusatkan di salah satu makam yang diyakini sebagai salah satu sesepuh desa.
Kirab sedekah bumi juga diikuti puluhan abdi dalem dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Prosesi kirab diawali dengan mengarak gunungan hasil bumi ke perkampungan yang ada di perbatasan antara Kabupaten Klaten dengan Kabupaten Boyolali. Ratusan warga dari berbagai dusun yang ada di Desa Bono turut memeriahkan ritual yang sudah tiga kali diselenggarakan oleh warga Dusun Ngaliyan.

Tradisi sedekah bumi, menurut salah satu tokoh Dusun Ngaliyan, Rio Warsono, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan hasil panen dan tidak adanya musim paceklik pertanian warga.
Kirab sedekah bumi juga untuk mengingatkan adanya tokoh lama yang diyakini masih keturunan dari Raja Kraton Solo yang dimakamkan di sekitar dusun tersebut.
“Setelah diarak keliling kampung, Sedekah Bumi dipusatkan di makam Ki Sawung Galing yang merupakan trah PB VII,” kata Rio Warseno, Senin (17/9/2018).
Masih adanya garis keturunan Kraton Solo inilah yang membuat puluhan abdi dalem kraton juga turut hadir dalam kirab sedekah bumi. Dalam kirab sedekah bumi, warga juga menampilkan berbagai potensi masing-masing dusun yang ada di Desa Bono. Bahkan, sejumlah sanggar seni dari luar kecamatan juga tampak hadir memeriahkan kegiatan.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir ada yang menggunakan andong maupun dokar. Selain sebagai ritual budaya, Kirab Sedekat Bumi juga dijadikan sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan antarwarga.

Sebab, dalam kegiatan ini hampir seluruh warga dari 7 dusun yang ada juga hadir dan memeriahkan. “Kegiatan ini harus dilestarikan karena sebagai orang Jawa tidak boleh melupakan sejarah dan budaya,” kata Kepala Desa Bono, Bakdiyono.
Antusias masyarakat Bono dalam kirab sedekah bumi cukup besar. Sebab, kegiatan ritual dengan bersih-bersih cikal bakal desa baru digelar 3 tahun terakhir. Selain menggali tradisi, kirab sedekah bumi juga sebagai hiburan masyarakat yang murah meriah.
“Kalau tujuannya untuk sadar budaya maupun wisata baik juga kegiatan ini. Karena selama ini memang belum pernah ada kirab sedekah bumi atau lainnya,” ucap Sunanto, salah satu warga.