Harga Material Baja Ringan di Lamsel, Naik

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dampak melemahnya rupiah belakangan ini, mulai dirasakan  pula oleh sejumlah pelaku usaha kontruksi bangunan berbahan baja ringan di Lampung Selatan.
Agus Siswanto, pelaku usaha jasa konstruksi baja ringan, menyebut, 1 Dolar AS dalam beberapa pekan terakhir masih bertengger pada angka Rp14.890,05, mempengaruhi sektor usaha yang digelutinya.
Menurutnya, kebutuhan utama konstruksi baja ringan untuk bangunan, yaitu kanal, reng, genteng multirum, genteng spandek serta bahan lain berbahan baja serta alumunium, yang mengalami kenaikan harga akibat melemahnya rupiah. Kenaikan harga berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 untuk setiap material pelengkap konstruksi baja ringan.
“Beberapa jenis material untuk konstruksi baja ringan, mulai naik sejak tiga pekan lalu. Namun, ada juga yang masih normal untuk jenis barang,” terang Agus Siswanto, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (18/9/2018).
Ia merinci, kenaikan harga material untuk konstruksi baja ringan adalah, kanal ukuran 4 meter yang semula seharga Rp70.000, menjadi Rp75.000. Reng ukuran 4 meter semula Rp32.000 menjadi Rp35.000, genteng multirum semula Rp23.000 menjadi Rp25.000, genteng spandek semula Rp49.000 menjadi Rp51.000 per meter. Skrup rangka baja per dus berisi 1,000 buah dari semula Rp99.000 naik menjadi Rp110.000 per dus atau kotak.
Namun, ia mengatakan, kenaikan harga sejumlah material pelengkap konstruksi baja ringan itu masih belum signifikan. Sebab, penggunaan konstruksi rangka baja di wilayah Lampung masih umum digunakan untuk bangunan instansi pemerintah, sekolah, toko serta sejumlah perumahan.
Agus Siswanto mengungkapkan, masih banyak warga yang tetap menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, sehingga kenaikan harga material rangka baja belum begitu mempengaruhi sektor jasa tersebut.
“Harga material memang naik, namun sebagai penyedia jasa konstruksi baja ringan, saya belum menaikkan jasa pemasangan,” beber Agus Siswanto.
Pada pemasangan konstruksi rangka baja ringan, Agus Siswanto juga kerap memberi opsi kepada konsumen. Pertama, semua bahan disediakan oleh dirinya sebagai penyedia jasa konstruksi, dan opsi kedua bahan baja ringan dibeli sehingga hanya membayar jasa pemasangan.
Meski demikian, umumnya konsumen memilih menyerahkan semua bahan sekaligus jasa konstruksi baja ringan menyesuaikan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah disiapkan.
Kenaikan harga material tersebut, diakuinya akan berpengaruh pada biaya konstruksi baja ringan yang dihitung sesuai volume. Semakin besar volume pengerjaan, harga akan semakin naik. Saat ini, seperti umumnya jasa pemasangan baja ringan volume per meter persegi dihitung Rp175.000.
Agus Siswanto menambahkan, kenaikan harga material rangka baja ringan masih dibayangi pelemahan nilai rupiah. Siasat untuk tetap bertahan pada usaha di sektor tersebut, dilakukan dengan rela mendapatkan keuntungan lebih sedikit dibandingkan saat harga material konstruksi baja ringan normal.
Pemesanan jasa konsruksi baja ringan, selain di wilayah Lampung Selatan juga melayani hingga wilayah Lampung Timur dan sejumlah wilayah di Lampung.
Hasan, salah satu konsumen yang membuat toko dengan konstruksi baja ringan, mengaku kenaikan harga material sudah terjadi tiga pekan terakhir. Beruntung, ia telah menyusun RAB serta berkonsultasi dengan penyedia jasa konstruksi baja ringan, sehingga membeli material jauh hari dengan cara mencicil.
Beberapa jenis material rangka baja dibelinya satu tahun sebelumnya, saat harga masih normal. Saat proses pembangunan, Hasan mengaku sudah memiliki material untuk diaplikasikan.
“Prinsipnya sama dengan saat membangun rumah harus sedia pasir, batu bata, kayu secara bertahap, agar biaya tidak membengkak untuk membangun rumah,” beber Hasan.
Hasan juga tidak menampik, sejumlah barang mengalami kenaikan harga akibat pelemahan rupiah terhadap dolar. Meski rupiah berangsur menguat, namun sejumlah barang yang terlanjur naik belum kembali turun.
Selain berpengaruh pada harga material rangka baja ringan, sejumlah bahan bangunan jenis besi, semen, cat serta material bangunan juga ikut mengalami kenaikan.
Ia memilih konstruksi baja ringan, karena lebih mudah dan cepat serta lebih awet dibandingkan kayu.
Lihat juga...