Transmigran Minahasa Tenggara Geluti Usaha Gula Aren
MINAHASA TENGGARA – Transmigran yang ditempatkan di Desa Wioi Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, menggeluti usaha gula Aren. Kegiatan tersebut menjadi pilihan mayoritas warga, sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga.
“Saat ini sebagian besar kami sudah mulai memproduksi gula Aren, dan sudah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Maria Batubere transmigran asal NTT di Ratahan, Selasa (7/8/2018).
Ketrampilan memproduksi gula Aren tersebut belajar dari warga lokal setempat. Selama ini warga di daerah tersebut dikenal sebagai perajin gula. “Kami tahu memproduksi gula ini karena belajar dari warga lokal. Mereka dengan senang hati memberikan kami kesempatan untuk memproduksi gula ini,” tambahnya.
Maria menyebut, produksi gula Aren tersebut merupakan cara terbaik bagi transmigran untuk mendapatkan penghasilan secara cepat. “Kami memang lebih memilih memproduksi gula Aren karena lebih cepat mendapatkan penghasilan,” katanya.
Saat ini Maria menyebut, lahan garapan masih menjadi persoalan para warga transmigran. Diharapkan, hal tersebut dapat segera diselesaikan oleh pemerintah agar para transmigran bisa segera beraktivitas.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Minahasa Tenggara Robby Sumual menyebut, pihaknya akan berupaya memberikan jaminan bagi para transmigran. “Seperti ini mereka sudah memproduksi gula Aren, kami akan lakukan pendampingan termasuk bisa juga memberikan bantuan bagi mereka,” pungkasnya. (Ant)