Soloraya Masih Minim Investor
SOLO – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, jumlah investor di wilayah Soloraya masih minim. Sementara kondisi warga di daerah tersebut, masih banyak yang belum melek pasar modal.
“Jika dipersentase, hanya sekitar 0,1 persen dari jumlah penduduk di Soloraya ini atau sebanyak 20.545 investor,” kata Kepala BEI Surakarta M Wira Adibrata di Solo, Minggu (26/8/2018).
Dengan kondisi tersebut, memperlihatkan masyarakat di wilayah Soloraya belum memperoleh edukasi secara merata mengenai pasar modal. Dampaknya, belum banyak warga yang memanfaatkan sektor tersebut untuk berinvestasi. Secara rincian, di wilayah tersebut, untuk tingkat literasi terhadap pasar modal yang paling tinggi adalah di Kota Solo. Berdasarkan data, di kota tersebut ada 6.992 investor.
Untuk wilayah lain, Kabupaten Boyolali ada 1.114 investor, Karanganyar 2.010 investor, Klaten 3.189 investor, Sukoharjo 5.174 investor, dan Wonogiri 1.182 investor. “Sedangkan untuk Sragen yang paling rendah, sebanyak 883 investor,” rincinya.
Dengan kondisi tersebut BEI mensasar, Sragen sebagai lokasi sosialisasi. Mengenai sosialisasi tersebut, pihaknya menyasar ke hampir semua kalangan, di antaranya mahasiswa, pekerja dan ibu rumah tangga. (Ant)