PLN Listriki Tiga Pulau di Bangka Selatan

Ilustrasi Dok: CDN

PANGKALPINANG – PT PLN Wilayah Bangka Belitung, melistriki Pulau Kalapan, Pulau Tanjung Tinggi dan Pulau Panjang di Kabupaten Bangka Selatan. Ketiga pulau tersebut tercatat menjadi destinasi wisata yang belum pernah dialiri listrik.

General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung, Abdul Mukhlis mengatakan, penyambungan jaringan listrik di tiga pulau itu merupakan kado spesial perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. “Ketiga pulau itu merupakan destinasi wisata yang sudah 73 tahun lamanya belum mengakses listrik PLN,” katanya, Minggu (19/8/2018).

Di Pulau Kalapan, akan dibangun satu unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), berkapasitas 40 kilo watt (KW). Progres pembangunan di pulau berpenduduk 28 kepala keluarga (KK) tersebut, saat ini memasuki tahap konstruksi. Ditargetkan selesai pada akhir November tahun ini.

Sama halnya dengan Pulau Kalapan, Pulau Panjang yang berpenduduk 50 KK dan Pulau Tinggi dengan penduduk 40 KK, saat ini sedang dibangun masing-masing satu unit PLTD berkapasitas 40 KW. PLN juga menargetkan, pembangunan di kedua Pulau tersebut rampung pada akhir November 2018.

Sebelumnya, PLN Babel berhasil melistriki delapan pulau yang tersebar di Bangka dan Belitung. Pulau-pulau tersebut adalah, Pulau Celagen, Pulau Pongok, Pulau Nangka, Pulau Seliu, Pulau Gresik, Pulau Bukulimau, Pulau Sumedang dan Pulau Selat Nasik. Dua Pulau saling berdekatan, yaitu Pulau Pongok yang berpenduduk 1.000 KK dan Celagen berpenduduk 300 KK, mendapatkan penambahan kapasitas pembangkit masing-masing lima unit PLTD total berkapasitas 1.000 KW. Untuk Pongok dan tiga unit PLTD dengan total kapasitas 300 KW untuk Celagen.

Dengan kecukupan daya listrik di Pulau yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, pemkab berencana membangun gudang pendingin, dan pabrik es di 2019. Pulau lain di Pulau Bangka yang berhasil dilistriki adalah, Pulau Nangka.  Dengan memasang dua unit PLTD berkapasitas 200 KW, dapat digunakan untuk melistriki penduduk berjumlah 104 KK.

Sementara itu, Pulau Selat Nasik yang berpenduduk 1.534 KK dan Pulau Bukulimau yang berpenduduk 250 KK, masing-masing mendapat empat unit PLTD dengan total kapasitas 1.200 KW. Untuk Selat Nasik dan empat unit PLTD kapasitas 400 KW untuk Bukulimau. Kapasitas tersebut, cukup untuk membangun cold storage kapasitas 187 KVA di Selat Nasik dan 10,6 KVA di Bukulimau, agar produktifitas nelayan meningkat.

Selain itu, ada Pulau Seliu yang mendapat penambahan kapasitas pembangkit sebanyak tiga unit PLTD total kapasitas 300 kW. Pulau berpenduduk 366 KK ini berpotensi menjadi kawasan destinasi wisata bahari. Tercatat akan ada rencana pembangunan resort di kawasan Pulau tersebut pada 2019 mendatang.

Sementara dua pulau yang berada paling jauh dari Pulau Belitung, yaitu Pulau Gersik dan Pulau Sumedang juga tidak luput dari perhatian PLN. Masing-masing mendapat tambahan empat unit PLTD total kapasitas 400 kW di Pulau Gersik dan tiga unit PLTD total kapasitas 300 kW di Pulau Sumedang. “Jumlah pelanggan di kedua pulau tersebut memang tidak banyak, sebanyak 172 KK di Pulau Gersik dan 100 Pelanggan di Pulau Sumedang. Namun PLN tetap melistriki agar kehidupan di kedua pulau tersebut menjadi lebih baik,” katanya.

Upaya PLN dalam melistriki daerah-daerah kepulauan di Bangka Belitung masih terus berlanjut. Di 2019 akan dibangun listrik untuk lima pulau kecil yang ada di Kabupaten Belitung. “Upaya kami untuk melistriki pulau-pulau kecil berpenduduk akan terus berlanjut hingga 2019. Pulau Rotan, Pulau Long, Pulau Berlian, Pulau Buntar dan Pulau Batun segera berlistrik,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...